Satgas Covid-19 Sebut Testing Kasus Corona Nasional Membaik

Oleh Yopi Makdori pada 06 Agu 2021, 07:32 WIB
Diperbarui 06 Agu 2021, 23:25 WIB
FOTO: Testing-Tracing COVID-19 Akan Diintensifkan
Perbesar
Petugas medis melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada warga di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta, Kamis (22/7/2021). Peningkatan testing dan tracing di wilayah padat penduduk diharapkan bisa mempercepat upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa jumlah testing kasus corona secara nasional telah mengalami perbaikan.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menerangkan, jumlah pemeriksaan rata-rata spesimen harian pada Juli 2021 mengalami peningkatan sebesar 94,71 persen.

"Dibandingkan bulan Juni 2021. Dan jumlah rata-rata orang diperiksa harian di bulan Juli mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan di Juni 2021," terang Wiku dalam konferensi pers daring pada Kamis (5/8/2021).

Wiku menegaskan bahwa testing kasus Covid-19 merupakan upaya prioritas dalam menanggulangi pandemi yang masih melanda dunia. Pasalnya menurut Wiku testing memiliki fungsi untuk menekan angka transmisi virus Corona di masyarakat.

Selain itu, testing juga bertujuan untuk mendeteksi keberadaan virus sejak dini, sehingga dapat mencegah keparahan penyakit dan mengurangi angka kematian.

"Serta melindungi pertahanan sistem kesehatan kita, dengan catatan ditindaklanjuti dengan upaya kesehatan masyarakat lainnya, seperti perawatan, isolasi, pelacakan kontak, karantina dan informasi kesehatan lanjutan," papar Wiku.

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Scroll down untuk melanjutkan membaca

131 Wilayah Catat Kasus Aktif di Atas Seribu

Kamar Isolasi Pasien Covid-19 di Graha Wisata TMII Penuh
Perbesar
Ambulans yang membawa pasien OTG Covid-19 di Graha Wisata TMII, Jakarta, Selasa (22/6/2021). Lonjakan kasus aktif Corona menyebabkan kapasitas kamar isolasi pasien OTG Covid-19 di Graha Wisata TMII telah terisi penuh usai pada hari ini tercatat kedatangan 6 pasien. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Wiku Adisasmito juga mengungkapkan bahwa masih ada 131 kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki lebih dari seribu kasus aktif Covid-19. Hal itu mengacu pada data per 1 Agustus 2021.

"Dari 131 kabupaten/kota tersebut, sayangnya masih didominasi oleh kabupaten kota dari Pulau Jawa dan Bali. Artinya penurunan kasus positif harus terus dipertahankan, namun kasus aktif yang ada juga harus terus ditekan," ujar Wiku dalam keterangan pers via daring pada Kamis (5/8/2021).

Angka itu, kata Wiku setara dengan 25,49 persen. Sementara sisanya merupakan kabupaten/kota yang hanya memiliki kasus aktif Covid-19 antara di atas 50 sampai seribu kasus.

"Jika melihat pada sebaran 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebagian besar wilayah di Indonesia, yaitu 63,13 persen atau 324 kabupaten/kota ini memiliki kasus aktif antara 51-seribu kasus," ujarnya.

Menurut Wiku,jika masyarakat dan pemerintah daerahnya berupaya sedikit lagi untuk menurunkan kasus, maka kasus aktif bakal lebih cepat berubah menjadi kasus kesembuhan.

Jawa Barat menjadi penyumbang kabupaten/kota terbanyak yang memiliki kasus aktif tertinggi, yakni ada 11 kabupaten/kota. Diikuti oleh Banten dan Jawa Timur, masing-masing enam kabupaten/kota, dan DI Yogyakarta lima kabupaten/kota.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Beda Bahaya Covid-19 Varian Delta dengan Delta Plus

Infografis Beda Bahaya Covid-19 Varian Delta dengan Delta Plus
Perbesar
Infografis Beda Bahaya Covid-19 Varian Delta dengan Delta Plus (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya