131 Kabupaten / Kota di Indonesia Masih Memiliki Kasus Aktif Covid-19 di Atas Seribu

Oleh Yopi Makdori pada 06 Agu 2021, 06:46 WIB
Diperbarui 06 Agu 2021, 06:46 WIB
Kamar Isolasi Pasien Covid-19 di Graha Wisata TMII Penuh
Perbesar
Ambulans yang membawa pasien OTG Covid-19 di Graha Wisata TMII, Jakarta, Selasa (22/6/2021). Lonjakan kasus aktif Corona menyebabkan kapasitas kamar isolasi pasien OTG Covid-19 di Graha Wisata TMII telah terisi penuh usai pada hari ini tercatat kedatangan 6 pasien. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa masih ada 131 kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki lebih dari seribu kasus aktif corona. Hal itu mengacu pada data per 1 Agustus 2021.

"Dari 131 kabupaten/kota tersebut, sayangnya masih didominasi oleh kabupaten kota dari Pulau Jawa dan Bali. Artinya penurunan kasus positif harus terus dipertahankan, namun kasus aktif yang ada juga harus terus ditekan," ujar Wiku dalam keterangan pers via daring pada Kamis (5/8/2021).

Angka itu, kata Wiku setara dengan 25,49 persen. Sementara sisanya merupakan kabupaten/kota yang hanya memiliki kasus aktif Covid-19 antara di atas 50 sampai seribu kasus.

"Jika melihat pada sebaran 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebagian besar wilayah di Indonesia, yaitu 63,13 persen atau 324 kabupaten/kota ini memiliki kasus aktif antara 51-seribu kasus," ujarnya.

Menurut Wiku,jika masyarakat dan pemerintah daerahnya berupaya sedikit lagi untuk menurunkan kasus, maka kasus aktif bakal lebih cepat berubah menjadi kasus kesembuhan.

Jawa Barat menjadi penyumbang kabupaten/kota terbanyak yang memiliki kasus aktif tertinggi, yakni ada 11 kabupaten/kota. Diikuti oleh Banten dan Jawa Timur, masing-masing enam kabupaten/kota, dan DI Yogyakarta lima kabupaten/kota.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penurunan Kasus Aktif Mingguan

FOTO: Rusun Nagrak Mulai Dihuni Pasien OTG COVID-19
Perbesar
Seorang tenaga kesehatan memandang ke luar jendela dari Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta, Senin (21/6/2021). Pemprov DKI Jakarta mulai mengaktifkan Rusun Nagrak sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien COVID-19 tanpa gejala. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Wiku menyebut bahwa per 1 Agustus 2021 kasus aktif Covid-19 mingguan di Indonesia mengalami penurunan. Penurunan ini kali pertama terjadi pascalonjakan kasus pada akhir Juli lalu.

"Kasus aktif yang pada tanggal 25 Juli lalu sejumlah 573.903 kasus turun menjadi 535.135 kasus pada tanggal 1 Agustus," terang Wiku

Wiku menerangkan bahwa penurunan jumlah kasus itu mengindikasikan bahwa jumlah kasus kesembuhan di lapangan mengalami penambahan atau lebih banyak daripada kasus positif baru.

Ia menekankan bahwa hal itu tak akan terwujud tanpa adanya pengorbanan dari para tenaga kesehatan yang tanpa henti melayani pasien Covid-19.

"Serta kerja sama yang baik antara seluruh unsur pemerintah daerah dalam berkoordinasi penanganan dini Covid-19, pengawasan pasien isolasi mandiri serta pengawasan dan penindakan tegas pada pelanggar protokol kesehatan," beber Wiku.

Menurut Wiku, penurunan kasus aktif itu paling banyak disumbang oleh lima provinsi. Adapun kelimanya adalah DKI Jakarta yang tercatat turun 48.139 kasus, Banten yang turun 12.560 kasus, Jawa Barat yang turun 6.595 kasus, Jawa Tengah yang turun 5.526 kasus, dan Kalimantan Tengah yang turun 2.485 kasus.

"Saya apresiasi seluruh pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dari kelima provinsi ini yang telah bahu-membahu menurunkan kasus aktif. Tentunya penurunan ini harus tetap dipertahankan," harapnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Benarkah Covid-19 Bisa Menyebar Melalui Makanan?

Infografis Benarkah Covid-19 Bisa Menyebar Melalui Makanan? (Liputan6.com/Niman)
Perbesar
Infografis Benarkah Covid-19 Bisa Menyebar Melalui Makanan? (Liputan6.com/Niman)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya