Merasa Dianaktirikan, Pengusaha Bus di Bogor Akan Kibarkan Bendera Putih

Oleh Achmad Sudarno pada 06 Agu 2021, 03:27 WIB
Diperbarui 06 Agu 2021, 03:27 WIB
Terminal Baranangsiang Kota Bogor
Perbesar
Terminal Baranangsiang Kota Bogor kembali memberakukan tes Genose bagi penumpang seiring beroperasinya kembali bus AKAP dan bus AKDP pascalibur Lebaran 2021. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Jakarta Pengusaha Pariwisata Transportasi Bogor (PPTB) mengumumkan akan melakukan aksi protes dengan cara konvoi sambil mengibarkan bendera merah dan putih.

Ketua PPTB, Anwar Mahadat mengatakan aksi protes akan digelar dengan cara konvoi ratusan kendaraan pariwisata jenis bus, elf dan minibus, di seputar kota dan kabupaten Bogor sambil mengibarkan bendera merah dan putih.

"Rencana ada 32 PO. Satu PO (menurunkan) dua unit bus, jadi total ada 64 bus. Itu belum termasuk mobil kecil seperti elf, mobil rental. Ditotal sekitar 100 lebih," kata Anwar, Kamis (5/8/2021).

Namun begitu, Anwar belum dapat memastikan secara pasti kapan pelaksanaan aksi protes besar-besaran itu akan digelar.

"Setelah PPKM selesai. Berhubung ada PPKM kita reschedule. Tadinya mau minggu-minggu ini (melakukan konvoi)," ujar Anwar.

Pemerintah Kota Bogor dan kepolisian sempat ketar ketir setelah mendapat kabar akan ada aksi dari PPTB. Terlebih informasi itu juga telah sampai hingga ke Polda Jabar.

Karenanya, pemkot dan jajaran kepolisian langsung mengajak perwakilan PPTB untuk audiensi di kantor Disparbud Kota Bogor pada Kamis siang.

"Disangkanya kita mau orasi dan masuk ring 1, ternyata kan bukan. Cuma konvoi bawa bendera merah artinya untuk bangkit dan putih menyerah," ucapnya.

Anwar menjelaskan, para pengusaha dari 32 perusahaan otobus bus (PO) selama ini mengaku merasa dianaktirikan. Mereka tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Padahal, usaha mereka termasuk sopir dan kernet dan lainnya juga ikut terdampak pandemi Covid-19.

"Pemberian bansos ke awak bus juga hanya diberikan saat awal Covid-19 muncul. Kalau PSBB sama PPKM tidak ada," kata dia.

Akibat penghentian operasional imbas kebijakan Covid-19, lanjut Anwar, banyak PO Bus kini menunggak karena tidak mampu membayar cicilan ke leasing.

"Kendaraan bus yang belum lunas terancam ditarik leasing. Bukannya tidak mau bayar ya, karena kondisi sekarang tidak jalan, mau bayar gimana," terangnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah agar mengeluarkan kebijakan stimulus supaya leasing mau memberikan keringanan biaya cicilan bagi para pengusaha bus.

"Kami minta kebijakan stimulus leasing agar ada penundaan (pembayaran cicilan)," ucap dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tidak Memberi Izin Konvoi

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Eko Prabowo meminta pengusaha bus wisata di Bogor mengurungkan niatnya untuk menggelar aksi konvoi sambil mengibarkan bendera merah dan putih keliling Bogor Raya.

"Kita menyarankan tidak mengizinkan itu karena menjadi kerumunan dan kemacetan, karena beriringan dan pesertanya banyak, apalagi busnya ukuran gede-gede," kata dia.

Eko mengatakan sudah mencatat sejumlah permintaan dari para pelaku usaha bus wisata tersebut dan secepatnya disampaikan ke Wali Kota Bogor, Bima Arya.

"Sudah kita tangkap usulan yang menjadi keluh kesah mereka dan formulasikan nanti kepada pimpinan. Kalau itu kebijakan lokal nanti kita sampaikan, kalau skala nasional nanti disampaikan oleh Pak Wali ke Kementerian," lanjut dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya