Terpuruk Akibat PPKM, Pedagang di Puncak Bogor Kibarkan Bendera Putih

Oleh Achmad Sudarno pada 05 Agu 2021, 20:21 WIB
Diperbarui 05 Agu 2021, 20:22 WIB
Pelaku usaha di sepanjang Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor ramai-ramai mengibarkan bendera putih.
Perbesar
Pelaku usaha di sepanjang Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor ramai-ramai mengibarkan bendera putih. (Liputan6.com/ Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Jakarta - Para pelaku usaha di sepanjang Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor ramai-ramai mengibarkan bendera putih tepat di depan lokasi mereka berjualan. Pemasangan bendera putih sebagai tanda mereka menyerah dengan situasi saat ini yang mengandalkan wisatawan.

Selama masa PPKM Darurat hingga kini berganti istilah PPKM Level 4, pendapatan mereka menurun drastis, bahkan nyaris tidak ada sama sekali.

"Akses jalan semua disekat jadi tidak ada wisatawan yang datang. Wisatawan lokal juga jarang, jadi sepi banget," keluh Saeful, pedagang oleh-oleh di rest area Cimory, Kamis (5/8/2021).

Para pedagang oleh-oleh, makanan dan minuman di sepanjang jalur Puncak kini hanya duduk-duduk sambil mengobrol, seiring dengan aktivitas perdagangan yang nyaris mati.

"Tolonglah dari pemerintah, beri kelonggaran agar kami bisa mendapat rezeki dengan jualan," ujar Nandang, pedagang makanan dan minuman di Tugu Utara.

Kondisi serupa juga dialami para pramu wisata atau orang yang menawarkan vila di pinggir jalan. Mereka nyaris kehilangan pendapatan mengingat tidak ada wisatawan yang datang ke Puncak akibat kebijakan PPKM.

"Karena sepi wisatawan otomatis pendapatan juga turun. Sehari dapat satu tamu saja sudah bersyukur," kata Asep.

Karena itu, ia berharap ada relaksasi dari pemerintah agar perekonomian di Kabupaten Bogor khususnya kawasan Puncak kembali bergairah. "Kami juga punya anak istri di rumah yang harus diberi makan setiap hari," ucap Asep dengan raut wajah sedih.

Baik Nandang, Saeful, maupun Asep mengaku sejak pelaksanaan PPKM Darurat hingga kini PPKM Level 4 belum mendapatkan bantuan sosial. Mereka mengaku hanya pernah mendapat bantuan sosial berupa uang tunai maupun sembako ketika awal PSBB diberlakukan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Aksi Spontan

Sementara itu, Ketua Kelompok Penggeraknya Wisata (Kompepar) Kecamatan Cisarua, Teguh Mulyana saat dikonfirmasi mengatakan, pengibaran bendera putih dilakukan secara spontanitas oleh sejumlah komunitas dari pedagang, juru parkir, pramu wisata, dan lainnya yang biasa mencari nafkah di sepanjang jalur Puncak.

"Dipasang dari tanggal 30 Juli. Mereka memasang bendera putih artinya menyerah karena tidak ada pendapatan gara-gara Covid-19 dan PPKM sehingga wisatawan yang datang ke Puncak jeblok," ucap Teguh.

Namun begitu, bendera putih ukuran kecil itu pada sebagian besar sudah diturunkan oleh mereka sendiri pada Kamis sore. Hal ini setelah dari pihak Muspika Cisarua menjanjikan akan mengakomodir keluhan para pelaku usaha kecil.

"Sudah diturunkan oleh si pemasangnya karena ada arahan dari Muspika akan membantu keluhan para pelaku usaha," pungkas Teguh.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya