Puan Maharani: Jumlah Stok Vaksin Covid-19 Seharusnya Aman

Oleh Delvira Hutabarat pada 05 Agu 2021, 16:13 WIB
Diperbarui 05 Agu 2021, 16:13 WIB
Nakes di Wisma Atlet Gugur Akibat Covid-19, Puan Maharani Ajak Masyarakat Taat Prokes
Perbesar
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Bonis/Man)

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, pemerintah harus memberikan akses seluasnya agar warga mendapatkan vaksin Covid-19. Namun, dia mengingatkan semuanya harus dibarengi dengan pasokan dan distribusi vaksin yang lancar.

"Kalau akses vaksin telah diperluas untuk warga yang belum punya NIK serta warga rentan, dan sebelumnya juga anak di atas 12 tahun sudah boleh divaksin, berarti sasaran vaksinasi semakin luas. Karena itu, pasokan dan distribusinya tidak boleh tersendat, justru harus semakin lancar," kata Puan di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Mantan Menko PMK ini berharap ke depan tidak ada lagi laporan tentang keterbatasan stok vaksin Covid-19 di daerah yang mengakibatkan proses vaksinasi menjadi tersendat atau bahkan terhenti.

Apalagi, kata Puan, pemerintah mengatakan saat ini total vaksin yang sudah beredar di daerah dan sebagiannya siap didistribusikan berjumlah 100,9 juta dosis vaksin.

"Jumlah stok vaksin itu seharusnya aman untuk beberapa waktu ke depan, tapi kalau ada laporan stok vaksin di daerah kosong, berarti ada yang harus dibenahi dalam sistem data stok vaksin," kata dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak Boleh Ada Jeda Waktu

Puan mengatakan, tidak boleh ada jeda waktu yang terlalu lama antara proses data stok vaksin yang riil di lapangan, dengan data stok yang dipantau di pusat.

"Jangan sampai nanti data stok riil vaksin di lapangan sudah habis, tapi data yang terpantau di pusat masih cukup. Jadi delay input datanya tidak boleh terlalu lama," kata dia.

"Atau kalau perlu dibuat sistem data yang real time, sehingga kondisi stok sebenarnya di lapangan bisa terpantau setiap waktu dari pusat," sambungnya.

Menurut Puan, sistem data stok vaksin yang baik tentu akan membantu mempercepat proses vaksinasi itu sendiri.

"Jadi jangan abaikan hal-hal teknis seperti ini. Kalau hal teknis menjadi kendala, segera diperbaiki," kata dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya