Nadiem Makarim Kembali Beri Subsidi Kuota Internet, Disalurkan September 2021

Oleh Yopi Makdori pada 04 Agu 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 19:00 WIB
FOTO: Mendikbud - DPR Evaluasi Belajar dari Rumah hingga Kesiapan Rekrutmen Guru Honorer
Perbesar
Mendikbud Nadiem Makarim (kiri) saat rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2020). Rapat membahas evaluasi program belajar dari rumah terkait subsidi kuota internet serta isu-isu kesiapan rekrutmen guru honorer tahun 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim kembali menggulirkan kebijakan pemberian subsidi kuota internet bagi pelajar dan pengajar di semua jenjang pendidikan.

Kebijakan ini dipilih lantaran pandemi Covid-19 yang berimbas pada terganggunya pembelajaran secara normal masih terus berlangsung.

"Oleh karena itu dengan kerja sama dan dukungan antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Agama, Kemendikbudristek akan meresmikan lanjutan bantuan kuota data internet dan bantuan uang kuliah tunggal atau UKT 2021," kata Nadiem dalam konferensi pers secara daring, Rabu (5/8/2021).

Kebijakan ini merupakan skema lanjutan dari Kemendikbudristek dalam membantu pelajar dan pengajar selama melakukan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19. Kebijakan tersebut, kata Nadiem akan disalurkan mulai September-November 2021.

"Pada September, Oktober, November 2021 kami akan menyalurkan Rp 2,3 triliun untuk lanjutan bantuan kuota data internet bagi 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru dan dosen," jelas Nadiem.

Adapun besaran kuota data yang diberikan, kata Nadiem adalah 7 gigabyte per bulan bagi peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 10 gigabyte per bulan bagi siswa jenjang SD dan sekolah menengah, dan pendidik PAUD serta pendidik dasar dan menengah memperoleh 12 gigabyte per bulan.

"Sementara mahasiswa dan dosen memperoleh 15 gigabyte per bulan," kata Nadiem.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mendukung Proses Pembelajaran

Nadiem menekankan bahwa bantuan kuota tersebut ditujukan guna mendukung proses pembelajaran.

"Tapi kami memberikan fleksibilitas kuota umum yang bisa digunakan untuk mengakses semua laman dan aplikasi, kecuali yang diblokir oleh Kemenkom Info dan yang tercantum pada situs resmi kuota data internet," kata dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya