Stafsus Mensesneg Sebut Biaya Cat Pesawat Kepresidenan Sudah Ada di APBN

Oleh Lizsa Egeham pada 04 Agu 2021, 10:53 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 10:53 WIB
Penyambutan Kedatangan Pesawat Kepresidenan BBJ-2 di Baseops Lanud Halim_20140410
Perbesar
Pesawat terbaru kepresidenan BBJ-2 tiba di Baseops Lanud Halim, Jakarta Timur, Kamis (10/4). (Liputan6.com/Andrian Martinus Tunay)

Liputan6.com, Jakarta - Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Stafsus Mensesneg), Faldo Maldini mengatakan bahwa rencana pengecatan pesawat Kepresidenan RI sudah dimulai sejak 2019. Menurut dia, biaya pengecatan pesawat yang mencapai Rp 2 miliar pun sudah dianggarkan di APBN.

Faldo memastikan saat ini anggaran pemerintah sudah difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19. Hal ini sebagaimana aturan dari Kementerian Keuangan.

"Anggaran saat ini sudah fokus pada pandemi, sesuai dengan aturan dan ketentuan Kementerian Keuangan. Rencana ini tentunya sudah ada juga di dalam APBN, jadi ya harus dilaksanakan," kata Faldo kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Dia menjelaskan pengecatan pesawat Kepresidenan-1 menjadi warna merah dan putih direncanakan dilakukan pada 2019 untuk menyambut HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia tahun 2020. Namun, pesawat BBJ 2 itu baru bisa dilakukan perawatan pada 2021 sesuai dengan rekomendasi pabrik.

"Tadinya, itu satu paket sama beberapa armada lain yang sudah datang waktunya. Sekalian dicat, justru biar lebih efisien," jelasnya.

Adapun pengecatan dan perawatan pesawat Kepresidenan-1 ini dilakukan di dalam negeri. Faldo mengatakan belanja pemerintah dapat mendorong geliat sektor usaha di masa pandemi Covid-19.

"Apalagi industri penerbangan, yang sangat terdampak pandemi. Naik pesawat sekarang, kan tidak semudah dulu lagi, jadi melambat itu semua, dari hulu sampai hilir," ujar Faldo. 

 

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dikritik

Sebelumnya, Pengamat Penerbangan Alvin Lie yang mengkritik pesawat Kepresidenan telah berganti warna menjadi merah putih. Dia menilai bahwa pengecetan ulang pesawat merupakan bentuk foya-foya.

Alvin Lie mengungkap biaya pengecetan ulang pesawat Kepresidenan B737-800 yang sangat fantastis. Jumlahnya mencapai USD 100 ribu sampai USD 150 ribu atau sekitar Rp 1,4 miliar hingga Rp 2,1 miliar.

"Hari gini masih aja foya-foya ubah warna pesawat Kepresidenan. Biaya cat ulang pswt setara B737-800 berkisar antara USD100ribu sd 150ribuSekitar Rp.1,4M sd Rp.2.1M," tulis Alvin Lie melalui akun twitternya @alvinlie21, Selasa 3 Agustus 2021.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono membenarkan bahwa biaya pengecatan pesawat Kepresidenan-1 sekitar Rp 2 miliar. Dia menjelaskan pesawat Kepresidenan-1 atau BBJ 2 dicat ulang ada beberapa bagian cat pesawat yang sudah terkelupas.

"Mengenai cat, memang sekalian diperbarui karena sudah waktunya untuk diperbarui," ucap Heru kepada wartawan, Selasa kemarin.

"Ada beberapa bagian yang sudah terkelupas," sambungnya.

Dia menyebut pesawat Kepresidenan-1 sudah memasuki usia tujuh tahun yang secara teknis memang harus memasuki perawatan besar yakni, overhaul. Heru menyampaikan perawatan pesawat ini diperlukan untuk keamanan penerbangan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya