Luhut Kumpulkan Guru Besar hingga Mahasiswa Minta Masukan Penanganan Covid-19

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 04 Agu 2021, 08:52 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 08:54 WIB
Menjelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019, Menko Luhut Beri Keterangan Pers
Perbesar
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan . (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar pertemuan secara virtual dengan sejumlah guru besar, dokter dan pengamat ekonomi hingga mahasiswa untuk membahas soal penanganan Covid-19 di Indonesia. Terlebih lagi, varian delta sudah masuk ke Indonesia.

"Saya juga minta masukan dari bapak ibu sekalian untuk menghadapi keadaan kita khusus mengenai kasus Covid-19 ini, lebih khusus lagi delta varian ini. Peran bapak ibu kami perlukan untuk membantu apa saja yang sudah dikerjakan pemerintah untuk mengendalikan pandemi," kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Sebelum meminta masukan, Koordinator PPKM Jawa-Bali ini membeberkan apa saja yang sudah dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Secara umum ada tiga aspek, yaitu mengurangi potensi penularan dengan menerapkan 3M dan 3T, mengurangi durasi kontak, dan melakukan vaksinasi.

Selain itu, Luhut juga menjabarkan peta rencana atau road map pengendalian pandemi yang telah disusun dan akan menjadi kunci penanganan Covid-19.

Menko Luhut menuturkan bahwa pembukaan aktivitas ekonomi akan tergantung kepada pencapaian vaksinasi, serta implementasi dari 3T dan 3M. Karena itu, dia meminta agar Agustus harus dimanfaatkan untuk meningkatkan cakupan 3M dan 3T.

"Setiap Pangdam, Kapolda, menulis capaian tracing dari tiap-tiap daerah, sehingga kita dapat memprediksi kapan target kita 1:10 bisa segera tercapai. Pemda saya juga minta bantuannya untuk ikut memantau tracing ini, semua harus kompak. Semua laporan menggunakan bahasa yang sama agar kita bisa mengejar target dengan baik," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Sementara Ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri juga memberikan masukan mengenai perlunya pemanfaatan dan keterlibatan mahasiswa bukan hanya mahasiswa kedokteran dan bidang medis saja, namun juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa lainnya untuk membantu pemerintah dalam melakukan program 3T misalnya menjadi tenaga input kasus tracing di lapangan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Leon Alvinda Putra dan juga Ketua PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Raihan Ariatama menyatakan mahasiswa siap membantu dan mendukung langkah pemerintah.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mahasiswa Kedokteran Diturunkan

Mereka juga memberikan masukan terkait upaya penanganan Covid-19 Jawa dan Bali. Salah satunya, yaitu mahasiswa kedokteran yang saat ini memasuki tingkat akhir bisa dilibatkan atau diperbantukan menjadi tenaga kesehatan, dengan catatan keterlibatan mereka harus dijadikan atau diformulasikan menjadi sistem kredit semester (SKS) yang sudah diambil, serta bisa dikaitkan dengan program kampus merdeka sehingga jadi mereka tetap mendapatkan kredit dalam kuliah.

Merespon masukan tersebut, Luhut pun mengaku akan segera menghubungi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim untuk bisa merealisasikan usulan para mahasiswa.

"Saya setuju sekali tujuan Kampus Merdeka ini dan akan segera menghubungi Menteri Nadiem untuk segera merealisasikan permintaan teman-teman mahasiswa ini, supaya pandemi ini dapat diatasi bersama-sama," ujar Menko Luhut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya