Sempat Ditolak karena NIK Dicatut, Warga Bekasi Ini Akhirnya Divaksinasi

Oleh Bam Sinulingga pada 03 Agu 2021, 23:23 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 23:23 WIB
FOTO: Warga Bekasi Jalani Vaksinasi COVID-19 di Plaza Pondok Gede
Perbesar
Warga menjalani vaksinasi COVID-19 di Plaza Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7/2021). Vaksinasi dilakukan kepada warga usia minimal 12 tahun guna menekan penyebaran COVID-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta Wasit Ridwan, warga Perumahan Vila Mutiara Cikarang, Desa Ciantra, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akhirnya menerima vaksin Covid-19 setelah sempat ditolak karena Nomor Induk Kependudukan (NIK) miliknya dicatut oleh orang lain.

Pria 47 tahun itu sempat menjalani proses screening dan dinyatakan layak untuk divaksin. Namun saat dilakukan verifikasi KTP, petugas kesehatan mengatakan jika NIK Wasit sudah pernah digunakan untuk vaksinasi.

Wasit heran karena ia merasa belum pernah divaksinasi sebelumnya. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata NIK milik Wasit sudah digunakan oleh seorang pria bernama Lee In Wong yang menetap di wilayah Jakarta.

Dari hasil verifikasi, Lee In Wong diketahui menjalani vaksinasi dosis pertama pada 25 Juni 2021 di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sedangkan vaksinasi dosis kedua dijadwalkan pada 17 September 2021.

Permasalahan yang menimpa Wangsit, kemudian ditindaklanjuti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bekasi, sehingga yang bersangkutan bisa divaksinasi.

"Wasit Ridwan sudah divaksin tadi pagi," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi, Hudaya saat dikonfirmasi, Selasa (3/8/2021).

Ia menjelaskan, berdasarkan database kependudukan Kabupaten Bekasi, e-KTP yang dimiliki Wasit sudah valid. Hal ini membuktikan jika yang bersangkutan merupakan pemilik NIK yang sah.

"NIK Wasit Ridwan NIK yang benar, sudah kami cek di database kependudukan. Yang salah kemungkinan yang menggunakannya di Jakarta karena tidak ada bukti KTP elektroniknya," jelasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Diperbaiki Sesuai Database

Hudaya mengaku telah melaporkan permasalahan ini kepada Dirjen Dukcapil Kemendagri. Pihaknya juga telah merapatkan hal ini bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk penanganan lebih lanjut.

"Hasilnya adalah semua data vaksin akan disempurnakan, dan data-data NIK yang salah akan diperbaiki sesuai database kependudukan di Kemendagri," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Pemanfaatan Data Kependudukan dengan Peduli Lindungi dan PCare.

"Hari Jumat besok akan ada penandatanganan PKS Data Kependudukan," tandas Hudaya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya