Anies Baswedan: Surjadi Soedirdja Mantan Gubernur Meninggal Bukan karena Covid-19

Oleh Ika Defianti pada 03 Agu 2021, 14:11 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 14:11 WIB
Anies Baswedan
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlihat di balkon rumah dinas Jalan Suropati, Menteng, Kamis (3/12/2020). Anies Baswedan yang masih melakukan isolasi mandiri di rumah dinas gubernur karena positif Covid-19 menyempatkan diri untuk berolahraga pada pagi ini (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Pemprov DKI Jakarta berduka atas meninggalnya mantan Gubernur DKI Jakarta, Surjadi Soedirdja. Surjadi meninggal dunia pada Selasa (3/8/2021) pukul 10.35 WIB.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan Surjadi Soedirdja meninggal bukan karena Covid-19. Dia menuturkan, Surjadi sakit dan mendapatkan perawatan di RS Mayapada Jakarta Pusat.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, Bapak Surjadi Soedirdja, Gubernur DKI Jakarta periode 1992-1997. Segenap jajaran Pemprov DKI Jakarta mengucapkan duka cita yang mendalam atas kepulangan beliau," kata Anies dalam keterangan tertulis.

Anies menyatakan dedikasi Surjadi untuk Jakarta akan terus diingat. Jenazah akan dibawa ke rumah duka.

"Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan MPR 2 Nomor 8 A Gaharu, Cilandak Barat, Jakarta Selatan," ucap dia.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jasa Surjadi

Lanjut Anies, dalam perjalanan kariernya, Surjadi menjabat sebagai Pangdam Jaya pada 1988 hingga 1990, setelah dipercaya menjadi Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro.

Lalu pada 1992, Surjadi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta ke-10, menggantikan posisi Letjen TNI Wiyogo Atmodarminto.

"Pada masa kepemimpinannya sebagai Gubernur, berbagai program untuk warga telah dilaksanakan, seperti pembangunan rumah susun, memperbanyak kawasan hijau, dan menambah jumlah daerah resapan air," papar Anies.

Selain itu, masa kepemimpinan Surjadi, DKI Jakarta menerima Penghargaan Samya Krida Tata Tenteram Karta Raharja.

"Penghargaan itu merupakan apresiasi atas hasil karya tertinggi dalam melaksanakan pembangunan lima tahun," jelas Anies.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya