Menkes: Vaksin Moderna Diprioritaskan untuk Nakes, Tolong Jangan Dialihkan ke yang Lain

Oleh Lizsa Egeham pada 02 Agu 2021, 13:22 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 13:22 WIB
Lacak Penyebaran Covid-19 dengan Tes Swab PCR Drive Thru
Perbesar
Tenaga kesehatan mendata pengguna mobil sebelum tes usap PCR drive thru di halaman Rumah Sakit Pertamina Jakarta (RSPJ), Rabu (6/1/2021). RSPJ menyediakan layanan tes usap PCR mandiri secara drive thru guna melacak sekaligus memutus penyebaran Covid-19. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa vaksin Covid-19 Moderna diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan (nakes).

Dia menekankan dari 4 juta dosis vaksin Moderna yang diberikan pemerintah Amerika Serikat, sebanyak 1,5 juta dosis harus diberikan kepada tenaga kesehatan sebagai booster atau suntikan ketiga.

"1,5 juta dosis kita kasihkan dulu pertama kali untuk seluruh nakes sebagai single shot, satu suntikan booster ketiga," ujar Budi Gunadi dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (2/8/2021).

"Saya memohon dengan sangat, tolong jangan dialihkan ke non-nakes. Kita harus prioritaskan nakes," sambungnya.

Dia meminta agar para tenaga kesehatan segera disuntikkan vaksin dosis ketiga. Hal ini agar mereka terlindungi secara maksimal dari penyebaran Covid-19 sebab vaksin Moderna memiliki efikasi yang tinggi dalam melawan virus.

"Saya mohon sekali agar itu segera disuntikkan ke seluruh tenaga kesehatan kita agar mereka lebih siap menghadapi kalau adanya nanti pasien-pasien yang masuk," katanya.

Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes itu meminta kepada para masyarakat agar menahan diri untuk meminta vaksinator untuk mendapatkan vaksin ketiga. Hal tersebut kata dia lantaran keterbatasan vaksin.

"Kami memohon agar publik dapat menahan diri untuk tidak memaksakan kepada vaksinator untuk mendapatkan vaksin ketiga. Masih banyak saudara-saudara kita yang belum mendapatkan vaksin. Mohon untuk tidak memaksakan kehendak," tutur Nadia dalam keterangan pers, Senin (2/8/2021).

Dia juga menjelaskan Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor: HK.02.01/1/1919/2021 tentang Vaksinasi Dosis Ketiga Bagi Seluruh Tenaga Kesehatan, Asisten Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang yang Bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Dia menjelaskan pemerintah sudah menetapkan vaksinasi yang diberikan yaitu vaksin moderna.

"Rekomendasi dari ITAGI adalah saat ini kita dapat menggunakan platform yg sama atau berbeda untuk vaksinasi dosis ketiga. Pemerintah telah menetapkan akan menggunakan vaksin Covid-19 Moderna untuk suntikan ketiga untuk tenaga kesehatan, dikarenakan kita tahu bahwa efikasi dari Moderna ini paling tinggi dari seluruh vaksin yang kita miliki saat ini," ungkap dia.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dapat Dilakukan Secepatnya

Nadia menyampaikan pemberian vaksin booster ini tetap akan memperhatikan kondisi kesehatan daripada sasaran. Apabila yang bersangkutan alergi karena memang tidak boleh mendapatkan vaksin dengan platform mRNA, maka bisa menggunakan jenis vaksin yang sama dengan dosis pertama dan kedua.

Kemudian dia juga merinci vaksin Moderna yang akan dipakai sebagai booster adalah mRNA-1273. Penyuntikannya dilakukan secara intramuskular dengan dosis 0,5 ml sebanyak 1 dosis.

Dengan dimulainya vaksinasi booster bagi tenaga kesehatan pada 23 Juli 2021 di RSCM Jakarta, kegiatan ini selanjutnya dilakukan di unit pelaksana teknis vertikal Kementerian Kesehatan khususnya di rumah sakit vertikal dan secara bertahap akan dilaksanakan di seluruh fasyankes di Indonesia.

Nadia pun berharap vaksinasi booster ini bisa dilaksanakan sesegera mungkin supaya cepat selesai. Apabila masih ditemui ketidaksesuaian data penerima vaksinasi booster, pihaknya mengimbau kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit atau puskesmas, ataupun pimpinan klinik atau pimpinan fasyankes itu segera melakukan perbaikan data ke Kementerian Kesehatan

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya