TMR Pastikan Tak Ada Satwa di Ragunan Selain Hari dan Tino Terpapar Covid-19

Oleh Nafiysul Qodar pada 02 Agu 2021, 06:46 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 06:46 WIB
Dua Harimau di Ragunan Terpapar COVID-19
Perbesar
Salah satu Harimau Sumatera yang terpapar COVID-19 di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta, Minggu (1/8/2021). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya akan memastikan kondisi kedua Harimau, Hari dan Tino yang positif COVID-19 pada 15 Juli lalu. (merdeka.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) memastikan tidak ada satwa lain di tempatnya yang terpapar Covid-19, selain dua harimau Sumatera bernama Hari dan Tino.

Kondisi kedua harimau Sumatera di kebun binatang Ragunan, Jakarta Selatan itu kini sudah berangsur membaik setelah dinyatakan positif Covid-19.

"Selain Harimau Hari dan Tino tidak ada satwa di dalam TMR ini yang menunjukkan gejala Covid-19. Jadi hanya harimau Hari dan Tino," kata Kepala Unit Pengelola TMR, dr hewan Endah Rumiyati, Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Endah mengatakan, tim medis akan melakukan observasi lebih lanjut untuk melihat bahwa Hari dan Tino secara klinis sudah tidak menunjukkan gejala. Tim juga akan melanjutkan pemeriksaan di laboratorium untuk memastikan satwa tersebut negatif Covid-19.

Lebih lanjut, pihak TMR juga akan memeriksa satwa lain untuk memastikan seluruh binatang di Ragunan dalam kondisi sehat.

"Jadi kami melakukan tes karena harimau ini memiliki gejala klinis sakit, kami tidak melakukan tes untuk satwa yang tidak menunjukkan klinis sakit. Tetapi mungkin ke depan tidak menutup kemungkinan apabila kami ingin mengecek semua satwa agar kita lebih tahu," ungkap Endah dikutip dari Antara.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tracing Perawat Satwa

Dua Harimau di Ragunan Terpapar COVID-19
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau salah satu Harimau Sumatera yang terpapar COVID-19 di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta, Minggu (1/8/2021). Anies mengatakan pihaknya akan memastikan kondisi kedua Harimau, Hari dan Tino yang positif COVID-19. (merdeka.com/Herman Zakharia)

Untuk mencegah adanya potensi penularan dari manusia, Endah menuturkan akan memeriksa seluruh petugas dan perawat satwa untuk memastikan mereka terbebas dari Covid-19.

"Kita juga sudah melihat kondisi perawat tidak ada yang memiliki gejala klinis ke arah sakit. Memang sampai saat ini kami akan tracing karena memang tidak ada perawat kami yang menunjukkan sakit, tapi kami tidak menutup kemungkinan memang kalau OTG, jadi kami tetap tracing," tutur Endah.

Sebelumnya, dua Harimau asal Sumatera berusia 9 dan 12 tahun di kebun binatang Ragunan terpapar Covid-19 pada 15 Juli lalu.

Hal itu terdeteksi setelah tim medis menemukan keduanya bergejala klinis sejak 9 Juli 2021. Adapun gejala yang ditunjukkan antara lain, batuk, napas berat, keluarnya cairan dari hidung, serta aktivitas dan nafsu makan menurun.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Beda Bahaya Covid-19 Varian Delta dengan Delta Plus

Infografis Beda Bahaya Covid-19 Varian Delta dengan Delta Plus
Perbesar
Infografis Beda Bahaya Covid-19 Varian Delta dengan Delta Plus (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya