Menlu Retno Sebut Kasus Covid-19 Global Naik 80 Persen Akibat Varian Delta

Oleh Lizsa Egeham pada 01 Agu 2021, 14:18 WIB
Diperbarui 01 Agu 2021, 14:18 WIB
Bahas Diplomasi Vaksin COVID-19, Menlu Retno RDP dengan Komisi I DPR
Perbesar
Menlu Retno Marsudi saat rapat bersama Komisi I DPR RI, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Rapat membahas Kebijakan pelindungan WNI di luar negeri dalam menghadapi gelombang kedua COVID-19 dan kebijakan politik luar negeri Indonesia terhadap perkembangan di dunia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyebut bahwa dunia masih menghadapi kenaikan kasus Covid-19 sebesar 9 persen dalam seminggu terakhir.

Bahkan, kata dia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa kasus Covid-19 global naik 80 persen selama sebulan terakhir akibat munculnya varian delta.

"Pada tanggal 30 Juli 2021, Dirjen WHO bahkan menyampaikan bahwa dalam 4 minggu terakhir atau 1 bulan terakhir, kenaikan kasus global meningkat 80 persen akibat varian delta," kata Retno dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (1/8/2021).

Menurut dia, banyak negara yang mengalami kenaikan kasus virus corona secara signifikan akibat penyebaran Covid-19 varian delta. Khususnya, di kawasan Asia Tenggara seperti, Indonesia.

"Kerja keras bersama penting untuk dilanjutkan agar tren penurunan ini terus terjadi di Indonesia," jelas dia.

Bukan hanya itu, Retno mengungkapkan angka kematian akibat Covid-19 di tingkat global juga mengalami kenaikan sebesat 10 persen dibanding pekan lalu. Pada 19 sampai 25 Juli 2021, angka kematian naik 21 persen dibandingma minggu sebelumnya.

"WHO juga mencatat jumlah kematian sebesar 69.000 orang atau naik 21 persen dibanding minggu sebelumnya," ujar Retno. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perhatian WHO

Disamping itu, Retno menyampaikan bahwa WHO terus memberikan perhatian terhadap kesenjangan vaksinasi Covid-19 di tingkat global yang masih lebar.

Dirinya menuturkan bahwa jumlah vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan di kawasan Eropa dan Amerika Utara sangat jauh dengan Afrika-ASEAN.

"Minggu ini jumlah dosis yang telah disuntikkan berbanding dengan populasi di kawasan Eropa adalah sebesar 84,9 persen sementara di kawasan Amerika Utara sebesar 82,5 persen kawasan Afrika baru 4,6 persen, dan kawasan ASEAN mencapai 21,7 persen," tutur Retno.

Adapun Indonesia hingga kini telah menyuntikkan 67.761.337 dosis vaksin Covid-19 atau sekitar 24,49 persen dari total populasi. Kendati begitu, pemerintah akan terus berupaya untuk mempercepat program vaksinasi agar segera terbentuk herd immunity atau kekebalan komunal.

"Dengan terus berdatangannya vaksin dari berbagai sumber ke Indonesia, kita telah mendapat mempercepat program vaksinasi bagi masyarakat Indonesia yang pada akhirnya diharapkan dapat menekan penyebaran virus covid-19 dengan menekan angka hospitalisasi dan kematian," ucap dia.

"Insya Allah dengan bekerja keras dan disiplin, bersatu seraya juga terus berdoa Kita bangsa Indonesia dapat segera keluar dari krisis ini," sambung Retno.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya