Kematian saat Isoman Tinggi, Satgas Covid-19 Genjot Penyediaan Tempat Isolasi Terpusat

Oleh Yopi Makdori pada 31 Jul 2021, 14:20 WIB
Diperbarui 31 Jul 2021, 14:20 WIB
Aktivitas Pasien COVID-19 Jalani Isolasi Mandiri di Hotel
Perbesar
Petugas kemanan mengenakan baju hazmat saat menjaga aktivitas pasien di sebuah hotel kawasan Salemba, Jakarta, Senin (22/2/2021). Para pasien Covid-19 memilih hotel dengan alasan lebih nyaman dan privasi dibandingkan rumah sakit meskipun mengeluarkan biaya lebih. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satgas Covid-19, Andre Rahadian menyebut pihaknya dalam dua munggu ke depan fokus untuk menggenjot penyediaan tempat isolasi terpusat di seluruh Indonesia. Langkah ini mulai gencar dilakukan sejak seminggu lalu.

"Di Satgas sekarang kita mencoba untuk meningkatkan atau menambah jumlah tempat isolasi terpusat. Jadi ini program yang akan dilakukan dalam dua minggu ke depan," bebernya dalam sebuah acara yang disiarkan Kanal Youtube Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI), Sabtu (31/7/2021).

Pihaknya juga mulai mendorong supaya lembaga/kementerian, pemerintah daerah maupun dunia usaha bisa menyediakan tempat isolasi terpusat. Selain itu, agar pasien Covid-19 yang tengah isolasi dapat dipantau.

"Sehingga mengurangi beban dari rumah sakit tapi tidak mengurangi akses masyarakat terhadap perawatan," ujarnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kematian Saat Isoman Tinggi

Andre menyebut bahwa selama ini angka kematian pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah cukup tinggi. Hal ini tentu karena kurangnya pemantauan dari tenaga kesehatan yang memahami kondisi pasien.

"Jadi adanya tempat isolasi terpusat atau terpantau ini merupakan solusi sementara untuk mengurangi beban di rumah sakit. Tapi juga tetap juga memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat," tekannya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya