Terkuak Alasan Jerinx Diperiksa di Polres Badung Bukan di Polda Metro Jaya

Oleh Ady Anugrahadi pada 30 Jul 2021, 16:57 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 16:57 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.
Perbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya memilih bertandang ke Bali setelah musikus I Gede Ari Astina atau akrab disapa Jerinx absen pada agenda pemeriksaan Senin, 26 Juli 2021. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkap alasan Jerinx tidak bisa memenuhi panggilan di Polda Metro Jaya di Jakarta.

"Dari awal sudah saya sampaikan, dia ke penyidik dia mengaku sakit, kurang sehat," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat, (30/7/2021).

Tak cuma itu, Jerinx ternyata belum mendapatkan vaksinasi Covid-19. Yusri menyinggung Surat Edaran Kementerian Perhubungan yang menyebutkan calon penumpang pesawat wajib menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19.

"Dia kurang sehat, ada sedikit penyakit yang memang tidak bisa untuk vaksin. Sementara persyaratan penerbangan harus memiliki sertifikat vaksin. Yang bersangkutan belum vaksin," ujar dia.

Sehingga, penyidik memeriksa Jerinx di Polres Badung, Bali pada Rabu, 28 Juli 2021. Jerinx dimintai keterangan berkaitan dengan dugaan pengancaman yang dilaporkan oleh pegiat media sosial bernama Adam Deni.

"Kita sudah lakukan pemeriksaan Jerind sebagai saksi," ucap dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kasus Naik ke Penyidikan

Jerinx SID
Perbesar
Jerinx SID (Intagram.com/jrxsid)

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan, perkara dugaan pengancaman yang membelit Jerinx telah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Kesimpulan itu diperoleh setelah penyidik melakukan gelar perkara.

"Hasil gelar perkara adalah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Sekarang ini naik sidik," kata dia, Kamis, (29/7/2021).

Adapun untuk laporannya ini, Adam Deni melaporkan Jerinx SID atas perkara perbuatan disertai ancaman kekerasan dan atau pengancaman melalui media elektronik, Pasal 335 KUHP dan atau Pasal 29 jo Pasal 458 UU RI No 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya