Kementerian Agama: Arab Saudi Benarkan Umrah Dibuka pada Agustus 2021

Oleh Yopi Makdori pada 30 Jul 2021, 12:05 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 12:06 WIB
Cegah Penyebaran Corona, Warga Arab Saudi Dilarang Umrah
Perbesar
Umat Muslim berdoa dari sebuah hotel yang menghadap ke Kakbah di Masjid al-Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (4/3/2020). Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Wakil Menteri Kesehatan Abdel-Fattah Mashat melarang sementara penduduknya untuk melaksanakan ibadah umrah. (AP Photo/Amr Nabil)

Liputan6.com, Jakarta Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Khoirizi mengatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi membenarkan edaran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang bakal membuka penyelenggaraan umrah pada Agustus tahun ini.

Hal ini diketahui setelah Khoirizi beserta jajarannya mendatangi Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Jakarta, Kamis, 29 Juli 2021.

Kedatangan Khoirizi beserta rombongan diterima oleh Dubes Saudi Esham Altsaqafi.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Khoirizi, Dubes Arab Saudi membenarkan adanya edaran dari Kementerian Haji dan Umrah terkait rencana dibukanya umrah. Namun demikian, detail edaran tersebut, termasuk yang berkenaan Indonesia, masih terus dikoordinasikan. 

"Dubes tadi mengatakan bahwa pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi. Informasinya, akan ada ketentuan detail terkait penyelenggaraan umrah 1443 H, termasuk yang terkait jemaah umrah Indonesia," papar Khoirizi dalam keterangan tulis, dikutip pada Jumat (30/7/2021).

"Tadi Dubes juga menjelaskan bahwa ketentuan kunjungan ke Arab Saudi yang berlaku saat pandemi ini  bersifat umum, untuk penyelenggaraan umrah akan diatur tersendiri," ia menambahkan. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Agar Isu Jelas

Kabar soal pembukaan penyelenggaraan umrah sebelumnya beredar dalam edaran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengenai rencana pembukaan penyelenggaraan umrah pada 10 Agustus 2021.

Permintaan klarifikasi itu, kata dia demi membendung kesimpangsiuran kabar soal isu tersebut.

"Kami meminta penjelasan kepada Duta Besar, mengenai teknis detail pelaksanaan umrah di masa pandemi," terang Khoirizi. 

"Banyak hal yang berkembang, dan kami meminta informasi resmi dan valid agar isu-isu terkait dengan umrah lebih jelas," tambahnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya