Top 3 News: Menag Yaqut Beri Ucapan Selamat Hari Raya Naw Ruz kepada Umat Baha'i

Oleh Muhammad AliMaria FloraNafiysul QodarMuhammad Radityo Priyasmoro pada 30 Jul 2021, 08:18 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 08:18 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas
Perbesar
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat memimpin sidang isbat awal Ramadan 1442 H. (Dok Kemenag)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi sorotan usai dirinya menyampaikan selamat Hari Raya Naw Ruz 178 EB kepada umat Baha'i. 

Ucapan Menag tersebut sontak mendapat banyak sorotan hingga sempat viral. Bahkan tak sedikit yang mempertanyakan agama tersebut. Berita ini terpopuler pertama di top 3 news, Kamis, 29 Juli.

Dalam video yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama tersebut, Menag Yaqut menjelaskan bahwa hari raya tersebut digelar setelah umat Baha'i menunaikan ibadah puasa selama 19 hari. 

Berita terpopuler lainnya terkait pasangan suami istri (pasutri) yang memalsukan kartu vaksin Covid-19. Dari aksinya tersebut, keduanya mengaku telah mengantongi keuntungan lebih dari Rp 250 juta terhitung sejak April 2020.

Polisi kini tengah melakukan perburuan terhadap satu orang lagi diduga bertindak sebagai perantara. Sosok KR disebut telah membuat sertifikat vaksin Covid-19 palsu ke pelaku sebanyak 10 sertifikat.

Masih terkait penanganan Covid-19 di Ibu Kota, publik Tanah Air belum lama ini mendapatkan informasi soal fasilitas hotel bintang tiga untuk isolasi mandiri (isoman) anggota DPR dan staf ahli di tengah pandemi.

Sontak kebijakan tersebut disayangkan banyak pihak. Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, keputusan itu sekaligus menambah daftar panjang polemik yang ditimbulkan DPR selama pandemi.

 

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Kamis, 29 Juli 2021:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Mengenal Agama Baha'i yang Dapat Ucapan Selamat Hari Raya Naw Ruz dari Menag

Haji Indonesia Batal Berangkat Tahun Ini
Perbesar
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menggelar konferensi pers di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (3/6/2021). Pemerintah memastikan tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia pada musim haji 1442 H/2021 M. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat Hari Raya Naw-Ruz 178 EB kepada umat Baha'i. Pernyataan itu disampaikan Menag Yaqut dalam rekaman video resmi Kementerian Agama.

"Kepada saudaraku masyarakat Baha'i di manapun berada, saya mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Naw Ruz 178 EB," kata Menag dalam video yang dikutip Liputan6.com, Kamis (29/7/2021).

Menag menambahkan, hari raya tersebut digelar setelah umat Baha'i menunaikan ibadah puasa. Hari raya itu juga dinilainya sebagai sebuah hari pembaruan bagi insan yang merayakannya.

"Suatu hari pembaharuan yang menandakan musim semi sprititual dan jasmani setelah umat Baha'i menjalankan ibadah puasa selama 19 hari," jelas Menag Yaqut.

Ucapan Menag Yaqut kepada umat Baha'i ini pun menjadi sorotan. Netizen mempertanyakan tentang agama tersebut hingga mendapatkan ucapan selamat dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Dikutip dari bahai.id, situs yang berisi tentang kegiatan dan komunitas Baha'i, menjelaskan tentang sejarah agama Baha'i masuk di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Disebutkan dalam laman itu, Bahá’u’lláh ini menugaskan Jamal Effendi untuk melakukan perjalanan ke India.

 

Selengkapnya...

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Pasutri Pemalsu Kartu Vaksin Covid-19 Ditangkap, Polisi: Ancaman 12 Tahun Bui

Masuk Tanah Abang Tunjukan Kartu Vaksin, Pedagang Keluhkan Sepi Pembeli
Perbesar
Pedagang melihatkan kartu vaksin di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (27/7/2021). Dengan kembalinya dibuka Pasar Tanah Abang penjual mengeluhkan pembeli yang sangat sepi akibat peraturan baru yang mewajibkan menunjukkan kartu vaksin Covid-19 saat hendak berbelanja. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dua orang pelaku pemalsu sertifikat vaksin Covid-19 telah ditangkap. Menurut Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana, keduanya sepasang suami istri. 

"Keduanya ditangkap pada Rabu (21/7/2021) di kawasan Puncak, Bogor. Kedua pelaku merupakan pasangan suami istri AEP dan TS," kata Putu dalam keterangan diterima, Kamis (29/7/2021).

Putu menambahkan, dari hasil keterangan diperoleh penyidik, kedua pelaku telah mendapat keuntungan lebih dari Rp 250 juta dari aksi pemalsuan dokumen yang dilakukan sejak 2020.

"Pelaku sudah memulai perbuatan pidana pemalsuan sejak April 2020. Tidak hanya memalsukan kartu vaksin, tapi juga KTP, NPWP, dan kartu lainnya dengan meraup hasil dari kejahatannya mencapai Rp 255.000.000," jelas Putu.

Dia menegaskan, investigasi kepolisian terkait kasus ini tidak berhenti di kedua pelaku. Diketahui masih ada satu orang yang masih dalam pengejaran dengan dugaan berperan sebagai perantara.

 

Selengkapnya...

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. HEADLINE: Hotel Berbintang untuk Isolasi Mandiri Anggota DPR, Lukai Rakyat?

Gedung DPR Kembali Disemprot Disinfektan
Perbesar
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (9/8/2020). Penyemprotan cairan disinfektan tersebut dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19) di lingkungan DPR/MPR. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI memberikan fasilitas hotel bintang tiga untuk isolasi mandiri (isoman) anggota dewan hingga staf ahli yang terpapar Covid-19.

Kebijakan DPR yang bergulir di tengah situasi krisis akibat pandemi virus corona ini pun menuai polemik. Apalagi banyak masyarakat yang terpapar Covid-19 kesulitan mendapatkan fasilitas kesehatan dan tempat isolasi.

Bahkan tak sedikit masyarakat yang meninggal dunia saat terpaksa menjalani isolasi mandiri di rumah. Data LaporCovid-19 yang dikutip pada Rabu (28/7/2021) pukul 15.10 WIB menunjukkan, total ada 2.706 kematian saat isoman dan di luar rumah sakit.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menyayangkan kebijakan Setjen DPR RI di tengah situasi krisis akibat pandemi Covid-19. Keputusan itu sekaligus menambah daftar panjang polemik yang ditimbulkan DPR selama pandemi.

"Fasilitas khusus isoman di hotel bagi anggota DPR yang sudah diputuskan Sekjen kembali menambah deretan kebijakan DPR yang memperlihatkan minimnya kepedulian dan empati pada nasib rakyat yang di saat bersamaan juga mengalami kesulitan mendapatkan fasilitas kesehatan dan isoman," kata Lucius saat dihubungi Liputan6.com, Rabu.

Kebijakan serupa sejatinya telah terlihat sejak awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Catatan Formappi, Maret 2020 lalu kebijakan DPR melakukan rapid test kepada 2 ribu anggota dewan dan keluarganya menuai kecaman, karena saat itu ketersediaan alat tes masih terbatas dan mahal.

Kondisi serupa kembali diperlihatkan anggota DPR saat secara diam-diam mengajak keluarganya melakukan vaksinasi Covid-19 pada Februari 2021 lalu. Belum lagi soal permintaan prioritas ICU, hingga kebijakan pelat kendaraan khusus anggota DPR.

 

Selengkapnya...

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya