6 Fakta soal Keluarga Mendiang Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Penanganan Covid-19 di Sumsel

Oleh Maria Flora pada 30 Jul 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 09:00 WIB
Pengusaha Asal Aceh Sumbang Rp2 Triliun untuk Penanganan Covid-19 di Sumsel
Perbesar
Bantuan dana sebesar Rp2 triliun, disalurkan keluarga mendiang Akidi Tio, melalui dokter keluarga mendiang Akidi Tio, Prof Hardi Darmawan ke Polda Sumsel (Dok.Humas Polda / Nefri Inge)

Liputan6.com, Jakarta Nominal fantastis dari keluarga almarhum Akidi Tio untuk penanganan kasus Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel), belum lama menjadi perhatian publik dan viral di media sosial.

Tak tanggung-tanggung, sumbangan yang diberikan melalui dokter keluarga dari mendiang pengusaha asal Aceh tersebut berjumlah Rp 2 triliun. Ada pun penyerahan bantuan Covid-19 tersebut dilakukan pada Senin, 26 Juli 2021.

Donasi tersebut belakangan mendapat apresiasi dari Gubernur Sumsel Herman Deru. 

"Ini luar biasa, ada yang memberikan bantuan untuk penanganan Covid-19, berupa uang sebesar Rp2 triliun," ujar Herman Deru, Senin, 26 Juli kemarin.

Prof Hardi Darmawan selaku dokter keluarga almarhum Akidi Tio menjelaskan mengapa sumbangan tersebut diserahkan kepada Kapolda Sumsel. 

Menurut Hardi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri memiliki hubungan yang baik dengan almarhum dan putra sulung Akidi Tio saat masih bertugas di Aceh. 

"Saya ditelepon anak bungsu dari Akidi Tio. Mereka mau bantu masyarakat, dalam keadaan pandemi Covid-19," katanya, Selasa, 27 Juli 2021.

Berikut deretan fakta saat keluarga almarhum Akidi Tio memberikan sumbangan Rp 2 triliun untuk para pasien Covid-19 di Sumsel dihimpun Liputan6.com:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Berikan Donasi Sebesar Rp 2 Triliun

Bantuan berupa dana segar sebesar Rp 2 triliun, disalurkan melalui dokter keluarga mendiang Akidi Tio, Prof Hardi Darmawan, pada hari Senin, 26 Juli pagi.

Penyerahan bantuan dana tersebut digelar di gedung Mapolda Sumsel, yang disaksikan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.

Penyerahan bantuan tersebut, dilakukan secara tertutup dan hanya dihadiri oleh pejabat tinggi di Polda Sumsel dan Pemprov Sumsel, serta tokoh masyarakat di Sumsel.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Secara Simbolis Diserahkan ke Kapolda Sumsel

Kucuran bantuan dana segar sebesar Rp 2 triliun dari keluarga mendiang Akidi Tio, secara simbolis  diserahkan ke Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, pada hari Senin, 26 Juli lalu.

Dalam wawancara via virtual ke para awak media di Palembang, Prof Hardi Darmawan mengakui, memang ada hubungan akrab antara Kapolda Sumsel dan keluarga mendiang Akidi Tio.

Terlebih Kapolda Sumsel pernah bertugas di Aceh, dan keakraban terjalin baik dengan Akidi Tio dan putra sulung Akidi Tio semasa hidupnya.

Dia menceritakan, pada hari Sabtu, 24 Juli lalu anak bungsu mendiang Akidi Tio menghubunginya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Alasan Keluarga Tergerak untuk Membantu

Salah satu alasan keluarga mendiang Akidi Tio tergerak untuk membantu, karena mereka sedih setelah mendengar teman-temannya meninggal dunia karena Covid-19.

Terlebih di saat wabah Covid-19 merajalela, pasien Covid-19 kesulitan mencari rumah sakit, tenaga kesehatan (nakes) yang kelelahan karena membludaknya pasien Covid-19 dan dampak lainnya dari wabah Covid-19.

Anak bungsu mendiang Akidi Tio pun, langsung menyebut jumlah uang yang akan disumbangkan, yaitu sebanyak Rp 2 triliun.

"Saya pun terkejut. Belum pernah saya mendengar jumlah sumbangan sebanyak itu. Saya tanya, untuk siapa. Katanya, untuk masyarakat Palembang dan Sumsel," ucap Hardi. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Alokasi Dana Salah Satunya Pengadaan Stok Oksigen

Terkair alokasi dana, Kapolda Sumsel menjelaskan kemana bantuan tersebut akan diarahkan. 

Ada pun salah satu arah bantuan keluarga Akidi Tio terkait ketersediaan oksigen, obat, insentif bagi tenaga medis, dan penyediaan tempat isolasi bagi masyarakat umum.

Terpenting juga menambah laboratorium reaksi berantai polimerase (PCR) yang kini hanya ada 15 unit dan total berkapasitas 2 ribu sampel per hari.

"Nanti kita koordinasikan dengan tim ahli agar bisa direalisasikan," ujar Eko, seperti dikutip Selasa, 27 Juli 2021.

Jika dibandingkan dengan alokasi anggaran pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, donasi Rp 2 triliun keluarga Akidi Tio memang tak main-main. Bahkan, jumlah tersebut lebih besar dari alokasi pembagian 2 juta paket obat untuk pasien Covid-19 yang isolasi mandiri (isoman) senilai Rp 1,17 triliun.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

5. Amanah Orangtua

Awalnya, keluarga mendiang Akidi Tio tidak ingin aksi sosialnya dipublikasi ke khalayak umum. Namun dia memastikan, dengan jumlah yang fantastis tersebut, harus diketahui banyak orang.

Agar lebih transparan dan disaksikan oleh banyak orang. Makanya dalam penyerahan tersebut, dipanggil juga tokoh agama dan tokoh adat, yang menjadi saksi penyerahan secara simbolis.

"Harus transparan. Itu kan amanah dari bapaknya (Akidi Tio). Jadi harus fatonah dan siddiq. Itu memang berat," ujarnya.

Dia juga membeberkan, alasan keluarga mendiang Akidi Tio menyumbangkan dana segar, bukan fasilitas kesehatan.

Menurutnya, karena anak-anak mendiang Akidi Tio mempunyai kesibukan yang padat, dan menjadi pengusaha sukses, akhirnya mereka tidak sempat untuk menyiapkan kebutuhan yang diperlukan.

"Saya sudah bilang, kita (Sumsel) lebih senang dalam bentuk in natural. Tapi mereka pengusaha sibuk, mau cepat beres saja, tidak mau pusing. Makanya diserahkan uang tunai," katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

6. Uang Rp 2 Triliun Sumbang dari Anak Akidi Tio

Hardi melanjutkan, bahwa jumlah Rp 2 triliun tersebut berasal dari sumbangan seluruh anak-anak mendiang Akidi Tio.

Hal tersebut dilakukan anak-anak mendiang Akidi Tio untuk menjalankan amanah orangtuanya semasa hidup. Yaitu, jika sudah sukses, harus berbagi rezeki ke warga kurang mampu dan miskin.

"Itu (amanah) yang dipakai oleh anak-anaknya. Sama juga dengan bersedekah. Mereka memang tidak pernah mau di-publish dan memang low profile," ujarnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya