Jokowi: Informasi BMKG Harus Jadi Acuan Rancang Kebijakan dan Pembangunan

Oleh Lizsa Egeham pada 29 Jul 2021, 11:48 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 11:48 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta kementerian/lembaga serta pemerintah daerah menjadikan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor. Khususnya, dalam merancang kebijakan dan pembangunan.

"Informasi dari BMKG seperti kekeringan, cuaca ekstrem, gempa dan kualitas udara harus menjadi perhatian dan acuan bagi berbagai sektor dalam merancang kebijakan dan pembangunan," kata Jokowi dalam acara Rakorbangnas (BMKG), Kamis (29/7/2021).

Menurut dia, kebijakan yang diambil baik pemerintah pusat maupun daerah harus betul- betul sensitif dan antisipatif terhadap kerawanan bencana. Jokowi pun meminta BMKG, kementerian/lembaga serta pemerintah daerah memperkuat sinergi dan kolaborasi.

Jokowi mendorong BMKG memberikan layanan informasi kebencanaan yang akurat serta dapat diperoleh dengan cepat dan mudah. Hal ini untuk mempermudah kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam merancang sebuah kebijakan.

"Sehingga informasi dan data dari BMKG tersebut bisa digunakan oleh kementerian/lembaga serta pemda dalam merancang kebijakan dan merencanakan pembangunan," jelas Jokowi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tingkatkan Ketangguhan Hadapi Bencana

Aparat fokus dalam evakuasi korban banjir di Malinau Kaltara
Perbesar
Proses evakuasi korban banjir di Malinau Kalimantan Utara, Minggu (16/5/2021).

Jokowi menyampaikan, jumlah kejadian bencana geohidrometeorologi seperti, banjir, banjir bandang hingga tanah longsor di Indonesia meningkat signifikan setiap tahunnya. Bahkan, kata Jokowi, Indonesia juga mengalami multibencana dalam waktu bersamaan.

Dengan kondisi ini, Jokowi menyebut Indonesia harus meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi bencana. Tak hanya itu, Indonesia juga harus meningkatkan mitigasi untuk mengurangi risiko korban jiwa akibat bencana.

"Menguatkan manajemen penanganan bencana dan meningkatkan kemampuan untuk mengantisipasi dan memitigasi bencana untuk mengurangi risiko korban jiwa, kerusakan dan kerugian harta benda," ujar Jokowi.

Oleh sebab itu, dia menekankan pentingnya BMKG melakukan inovasi yang mengikuti perkembangan teknologi terbaru. Hal ini dinilai penting agar Indonesia lebih mampu meminimalkan risiko bencana.

"Tingkatkan adaptasi teknologi untuk observasi, analisis, prediksi, dan peringatan dini secara lebih cepat dan akurat," ucap Jokowi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya