Terdampak PPKM, Sopir Angkot di Depok Minta Pemerintah Beri Bantuan

Oleh Dicky Agung Prihanto pada 29 Jul 2021, 03:12 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 03:12 WIB
FOTO: Ada PSBB, Jumlah Penumpang Angkot di Depok Turun 20 Persen
Perbesar
Angkutan umum melintas di sekitar Terminal Depok, Jawa Barat, Kamis (14/5/2020). Kepala Sub Bagian Tata Usaha Terminal Terpadu Depok Reynold Jhon mengatakan, pengguna angkutan umum di Terminal Terpadu Depok mengalami penurunan 10-20 persen selama pemberlakuan PSBB. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta Protes sopir angkot di Depok yang membuat spanduk bertuliskan 'Pemerintah Perhatikan Kami' menjadi viral di media sosial. Adapun itu bertujuan untuk meminta bantuan lantaran terkena dampak PPKM.

Terkait protes tersebut, seorang supir Angkot Jurusan Depok-Bojonggede, Samsudin mengaku semenjak adanya pandemi Covid-19 dan pemberlakukan PPKM memang pendapatannya menurun.

Terlebih memang ada pembatasan terhadap penumpang di dalam angkot tersebut. "Parahnya lagi waktu awal PPKM Darurat dilakukan penyekatan jalan yang merupakan lintasan di trayek kami," cerita Samsudin, Rabu (28/7/2021).

Dia mengungkapkan, adanya penyekatan akibat penerapan PPKM, membuat dirinya tak dapat mengantar penumpang menuju terminal Depok. Terlebih waktunya pagi dan siang hari.

"Kalau pagi kan banyak warga yang menggunakan angkot untuk berangkat kerja menuju stasiun dan terminal Depok, pas disekat seakan kiamat buat kami," ungkap Samsudin.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak Terima Bantuan

Samsudin menuturkan, selama pemberlakukan PPKM dirinya belum mendapatkan bantuan baik berupa sembako maupun uang tunai.

Akibat turunnya pendapatan membuat dirinya kerap tidak membayar penuh setoran kepada pemilik angkot.

"Untungnya pemilik angkot bijak, jadi bisa buat makan keluarga, tapi kontrakan belum bisa bayar," kata dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya