8 Fakta Gempa Magnitudo 5,5 dan 6,5 yang Sempat Getarkan Tojo Una-Una Sulteng

Oleh Devira Prastiwi pada 29 Jul 2021, 06:30 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 07:00 WIB
FOTO: Melihat Dampak Kerusakan Akibat Gempa Mamuju
Perbesar
Pengendara sepeda motor melewati mobil yang terkubur puing reruntuhan bangunan akibat gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, Indonesia, Senin (18/1/2021). Sebanyak 253 warga mengalami luka berat akibat gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju. (AP Photo/Yusuf Wahil)

Liputan6.com, Jakarta - Pada Senin 26 Juli 2021, wilayah Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sempat didatangi gempa hingga dua kali.

Kekuatan gempa yang dirasakan pertama kali pada pukul 10:52:03 WIB itu berkekuatan magnitudo 5,5. Lalu yang kedua bermagnitudo 6,5 pada pukul 19:09:07 WIB.

Berdasarkan video yang diterima Liputan6.com dari BNPB, wilayah tersebut gelap gulita usai diguncang gempa.

Adapun video tersebut mengabadikan aktivitas warga di jalan Ampana. Disampaikan perekam video, masyarakat setempat sudah mencari tempat yang aman.

"Kondisi jalan di Ampana saat ini orang sudah naik ke dataran tinggi semua, ini karena gempa yang barusan lebih kuat daripada gempa siang tadi," seperti dikutip Liputan6.com, Senin 26 Juli 2021.

Meski begitu, Kepala Pusat gempa bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan gempa yang terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah atau tepatnya di Teluk Tomini pada 19.09 WIB, Senin 26 Juli 2021 tidak berpotensi tsunami.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Bambang.

Berikut fakta-fakta terkait gempa dua kali yang mengguncang wilayah Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah dihimpun Liputan6.com:

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2 Kali Gempa, Kekuatan Magnitudo Berbeda

20151111-Ilustrasi Gempa Bumi
Perbesar
Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya www.bmkg.go.id, gempa pertama pada Senin 26 Juli 2021 terjadi pukul 10:52:03 WIB di wilayah Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah.

"Pusat gempa berada di laut 55 kilometer timur laut Tojo Una-Una," tulis BMKG.

Episenter gempa berada pada koordinat titik 0.73 Lintang Selatan (LS)-121.87 Bujur Timur (BT).

BMKG menyatakan, lindu dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II di Toli-Toli. Lalu MMI III di Poso, MMI II-III di Malili Kabupaten Luwu Timur dan Palu, serta MMI III-IV di Ampana.

Kemudian pada malam hari pukul 19:09:07 WIB, gempa kembali terjadi di wilayah Tojo Una-Una dengan kekuatan magnitudo 6,5 dan kedalaman 10 kilometer.

Kali ini, episenter gempa berada pada koordinat titik 0.73 Lintang Selatan (LS)-121.92 Bujur Timur (BT). Wilayah terdampak lindu juga cukup banyak.

BMKG menyatakan, gempa dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II di Mamuju Tengah dan Polewali.

Kemudian MMI II-III di Masamba, Kolaka Utara, Manado, Tomohon, Konawe Utara, dan Bobong. Lalu MMI III-IV di Bone, Buol, Kotamobago, Bolmong Timur, dan Bolmong Selatan. Dan gempa dirasakan MMI V di Morowali dan Poso serta MMI V-VI di Ampana.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sempat Gelap Gulita Usai Diguncang Gempa dan Buat Warga Berlarian ke Tempat Tinggi

Tojo Una-Una Gelap Gulita Usai Diguncang Gempa
Perbesar
Suasana di Tojo Una-Una, gelap gulita usai diguncang gempa. (Foto: Tangkapan Layar).

Timur Laut Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah digucang gempa dengan kekuatan magnitudo 6,5 pada pukul 19.09 WIB, Senin 26 Juli 2021.

Berdasarkan video yang diterima Liputan6.com dari BNPB, wilayah tersebut gelap gulita usai diguncang gempa.

Adapun video tersebut mengabadikan aktivitas warga di jalan Ampana. Jalanan pun hanya diterangi menggunakan lampu sorot kendaraan.

Perekam video menyampaikan, masyarakat setempat sudah mencari tempat yang aman. Mereka khawatir akan imbas lanjutan dari gempa yang kekuatan jauh lebih tinggi dibandingkan siang hari.

"Kondisi jalan di Ampana saat ini orang sudah naik ke dataran tinggi semua, ini karena gempa yang barusan lebih kuat daripada gempa siang tadi," seperti dikutip Liputan6.com, Senin 26 Juli 2021.

Selain video itu, ada juga video yang memperlihatkan kepanikan satu keluarga yang berencana meninggalkan tempat tinggalnya dengan menumpangi kendaraan roda empat.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Tojo Una-Una, Andi Irwan Kamarudin mengatakan, ratusan warga langsung berhamburan menuju ketinggian karena takut terjadi tsunami dan gempa susulan.

"Sampai pukul 20.50 Wita ini listrik masih padam di Tojo Una-Una, sementara ratusan warga pesisir panik dan mencari lokasi yang tinggi," kata Irwan yang dihubungi Liputan6.com dari Kota Palu.

Bersama kepolisian, Irwan mengakan, pihaknya masih berusaha menenangkan warga. Apalagi pengumuman BMKG sudah menyebut bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

BMKG Tegaskan Gempa Tak Berpotensi Tsunami, Akibat Pergerakan Sesar Lokal

Ilustrasi Gempa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Perbesar
Ilustrasi Gempa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

Akan tetapi, pihaknya tetap meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan akibat dampak gempa ini.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya.

Bambang menyampaikan, gempa dengan kekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah terjadi akibat pergerakan Sesar Lokal.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi karena Sesar Lokal," tutur Bambang.

Menurut dia, berdasarkan hasil analisis didapati bahwa mekanisme sumber gempa merupakan hasil dari pergerakan normal atau normal fault.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," jelas dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Imbau Warga Tetap Jauhi Pantai

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)
Perbesar
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, gempa yang terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah tak berpotensi tsunami. Meski demikian, dia mengimbau warga pesisir untuk menjauhi pantai.

"Rekomendasi kami terutana masyarakat di pesisir Bolaang dan Bunta agar menjauhi pantai," kata Dwikorita dalam konferensi pers virtual.

Menurut dia, kekuatan gempa tersebut terbilang besar. Sebab itu, masyarakat tetap mesti waspada sambil tetap memilah informasi yang beredar luas.

"Diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," jelas Dwikorita.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

BNPB Sebut Belum Ada Korban Jiwa

Tenda tidur Jokowi
Perbesar
Tenda tidur Jokowi selama di Lombok. (Liputan6.com/Loop/BNPB)

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyatakan, belum ada laporan korban jiwa pasca insiden gempa M 6,5 yang menguncang beberapa wilayah di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.

Selain itu, para pengungsi juga telah berangsur kembali ke rumahnya masing-masing hari ini, Selasa, 27 Juli 2021.

"Semalam, warga yang berada di sekitar pantai melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Pagi ini, Selasa para warga telah kembali ke rumah masing-masing pada pukul 09.11 WIB. Belum ada laporan korban jiwa ataupun kerusakan yang diterima BNPB," kata Abdul dalam keterangan pers diterima, Selasa 27 Juli 2021.

Dia menuturkan, mengungsinya para warga sebelumnya dilakukan secara mandiri. Namun demikian, hal tersebut tetap dipantau oleh BPBD setempat bersamaan dengan koordinasi dengan aparat desa untuk mengecek dampak kerusakan rumah atau bangunan.

Diketahui, BNPB menginformasikan guncangan gempa dirasakan masyarakat di beberapa wilayah, baik di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.

"Melihat analisis InaRISK, Kabupaten Tojo Uno Uno merupakan wilayah dengan potensi bahaya gempa tinggi kategori sedang hingga tinggi," terang Abdul.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Listrik dan Internet Sudah Kembali Normal

FOTO: Listrik Gratis di Tengah Pandemi Virus Corona COVID-19
Perbesar
Warga memeriksa meteran listrik di kawasan Matraman, Jakarta, Kamis (2/4/2020). Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah menggratiskan biaya tarif listrik bagi konsumen 450 Volt Ampere (VA) dan pemberian keringanan tagihan 50 persen kepada konsumen bersubsidi 900 VA. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pasokan listrik di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah kembali normal dan jaringan internet sudah berfungsi setelah gempa bermagnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah itu, Senin malam.

"Listrik sudah kembali menyala sekitar pukul 23.00 WITA," kata warga Ampana Kota, Husnul di Kota Palu, Senin malam, 26 Juli 2021.

Ia menjelaskan, pemukiman penduduk dan jalanan sudah kembali diterangi lampu listrik.

Begitupun jaringan internet, lanjutnya, sudah kembali lancar seperti sediakala dan warga sudah dapat menggunakan media sosial. "Tapi warga masih mengungsi di pegunungan," ujarnya yang dikutip dari Antara.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Kasiguncu Kabupaten Poso, Muslim menyatakan hal yang sama. Kabupaten Poso merupakan daerah yang paling dekat dengan Tojo Una-Una.

"Alhamdulillah listrik sudah kembali menyala. Sempat padam beberapa saat ketika gempa dan pascagempa," tegas dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

BNPB Imbau Warga Tetap Tenang dan Tidak Panik

Tenda BNPB didirikan di RSUD Kota Bandung untuk mengantisipasi kenaikan jumlah pasien COVID-19, Kamis, 1 Juli 2021.(Arie Nugraha)
Perbesar
Tenda BNPB didirikan di RSUD Kota Bandung untuk mengantisipasi kenaikan jumlah pasien COVID-19, Kamis, 1 Juli 2021.(Arie Nugraha)

Pasca-gempa magnitudo 6,5 mengguncang Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Senin malam 26 Juli 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak panik.

BNPB juga minta warga melaporkan jika ada kerusakan bangunan imbas guncangan gempa.

"Di samping itu, BPBD meminta warga untuk menginformasikan apabila terjadi kerusakan rumah atau warga terdampak di wilayahnya," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis.

Menurut Muhari, upaya evakuasi secara mandiri juga dilakukan warga di Kecamatan Togean saat gempa terjadi. Mereka yang tinggal di tepi pantai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

"Hingga kini tidak ada laporan kerusakan di kecamatan tersebut," jelas dia.

BPBD setempat juga melaporkan mengenai situasi di beberapa kabupaten lain di Provinsi Sulawesi Tengah, seperti di Kabupaten Morowali Utara, Pohuwato, Banggai, dan Poso.

BPBD Kabupaten Morowali Utara memantau kondisi lapangan setelah warganya merasakan guncangan kuat. Sedangkan di Kabupaten Banggai, kondis telah normal kembali dan tidak ada laporan kerusakan.

"Di wilayah Kabupaten Poso, warga juga merasakan guncangan kuat. Dampak guncangan memicu pasien Covid-19 yang berada di lantai 3 RSUD Poso berhamburan turun keluar bangunan. BPBD setempat pun segera mendirikan tenda untuk para pasien Covid-19," kata dia.

Sementara itu, BPBD Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara melaporkan warga beberapa kecamatan di wilayahnya merasakan guncangan kuat. Seperti Kecamatan Bintauna, Kaidipang, Pinogaluman, Bol Itang Baat, dan Bol Itang Timur.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Warga Rasakan Gempa

Gempa Hari Ini di NTB dan NTT Tidak Berpotensi Tsunami
Perbesar
Hari ini, Jumat, 30 Desember 2016, gempa guncang Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. (Ilustrasi Gempa: cdn.abclocal.go.com)

Getaran gempa dirasakan III MMI di Kolaka. Seorang warga Kolaka, Asti mengaku merasakan getaran gempa tersebut. Saat kejadian, ia tengah berada di ranjang.

"Rumahku kan rumah panggung. Berasa banget kayak maju mundur gitu. Padahal aku posisinya baring di ranjang," kata dia kepada Liputan6.com.

Hingga saat ini, belum diketahui kerusakan akibat gempa tersebut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Antisipasi Gempa Bumi

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum:

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.

- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi.

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempabumi:

- Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

- Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

- Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempabumi:

- Jika Anda berada di dalam bangunan: keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

- Periksa lingkungan sekitar Anda: apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

- Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa,karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

- Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gempa Bandung dan Pergerakan Sesar

Infografis Gempa Bandung dan Pergerakan Sesar. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Gempa Bandung dan Pergerakan Sesar. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya