PKS Minta Sekjen Pakai Wisma Milik DPR untuk Isoman, Bukan Hotel

Oleh Delvira Hutabarat pada 28 Jul 2021, 19:48 WIB
Diperbarui 28 Jul 2021, 19:48 WIB
Sterilisasi COVID-19, Gedung DPR Ditutup Dua Hari
Perbesar
Petugas melakukan Penyemprotan Disinfektan di Masjid Baiturrahman Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/10/2020). Mulai hari ini Gedung DPR RI akan ditutup selama dua hari ke depan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Jazuli Juwaini angkat bicara soal pro-kontra fasilitas isolasi mandiri (isoman) hotel mewah bagi anggota dewan dan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR.

Menurut Jazuli, kebijakan Sekjen DPR itu harus memperhatikan kondisi masyarakat yang sedang kesulitan menjangkau fasilitas selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

"Praktiknya harus benar-benar menimbang urgensi, prioritas, dan empati terhadap kondisi rakyat kebanyakan yang jauh lebih sulit dalam menghadapi wabah Covid-19 ini," ujar Jazuli dalam keterangannya, Rabu (28/7/2021).

Untuk itu, anggota Komisi I DPR ini meminta agar Sekjen DPR tidak perlu menyewa fasilitas khusus seperti hotel atau penginapan, melainkan menggunakan wisma milik DPR.

"Tidak perlu menyewa hotel atau penginapan, cukup memfungsikan fasilitas yang dimiliki DPR seperti Wisma DPR di Kopo Bogor atau fasilitas milik DPR lainnya," ucapnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Wisma Kopo juga Dibuka bagi Warga yang Isoman

Selain itu, Jazuli menyarankan Wisma Kopo tidak hanya dikhususkan bagi anggota Dewan yang isolasi, melainkan untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan. 

"Bahkan kami mengusulkan agar fasilitas isoman tersebut tidak hanya digunakan oleh anggota dan pegawai DPR tapi juga terbuka untuk masyarakat yang membutuhkan tempat isolasi mandiri," pungkas Jazuli.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya