Ketua DPR Ingatkan ASN Jangan Persulit yang Bisa Dipermudah

Oleh Delvira Hutabarat pada 28 Jul 2021, 19:55 WIB
Diperbarui 28 Jul 2021, 19:55 WIB
Jemaah Haji Batal Berangkat, Ketua DPR Berharap Kuota Haji Indonesia Tahun Depan Bertambah
Perbesar
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto : Geraldi/Man)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta employer branding yang diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk aparatur sipil negara (ASN) menjadi era baru pelayanan publik.

"Tidak mudah membangun ASN dan pegawai pemerintah yang memiliki jiwa melayani. Tapi itu harus terus didobrak. Biarpun perlahan tapi harus terus dilakukan dan diupayakan," kata Puan dalam keterangannya, Rabu (28/7/2021).

Menurut dia, perubahan yang dilakukan bisa dimulai dari hal sederhana. Sambutan yang ramah dan layanan yang memudahkan contohnya.

"Jangan mempersulit yang bisa dipermudah, termasuk soal layanan birokrasi," ucap Puan.

Puan mendukung pula seruan Presiden Jokowi untuk para ASN terus berupaya meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kemampuan beradaptasi.

"Pelayanan yang baik harus dimulai dari pemahaman dan kemampuan yang baik dari yang memberikan layanan. Pelayanan harus pula kreatif dan mengedepankan antisipasi, pencegahan. Itu semua hanya bisa dilakukan saat ASN berinteraksi langsung dengan masyarakat, melihat persoalan di lapangan, dan berupaya menjadi bagian dari solusi," papar dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saling Kolaborasi

Upacara Peringatan Hari Pancasila Dilakukan Secara Virtual
Perbesar
Ketua DPR Puan Maharani selaku pembaca UUD 1945 mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara Virtual di Kediamannya, Jakarta, Senin (1/6/2020). Upacara Virtual ini diikuti Presiden Wakil Presiden RI, Ketua MPR, Menteri Kabinet Kerja dan Pejabat tinggi Lainnya. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Soal kolaborasi, Puan berpendapat, penanganan Covid-19 adalah momentum untuk menjalin dan mewujudkannya.

Tidak hanya antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, lanjut dia, kolaborasi juga harus dapat dilakukan ASN dengan kalangan masyarakat sipil, pengusaha, dan pegiat-pegiat di lapangan.

"Apapun yang paling optimal menjadi solusi dan yang memudahkan rakyat, lakukanlah dengan akuntabel, dikerjakan oleh orang-orang kompeten, dan berkolaborasilah," terang Puan.

Di antara sesama ASN dan dengan masyarakat luas, ujar Puan, harmonisasi juga harus menjadi hal yang diupayakan bersama. Perbedaan pendapat harus mendapatkan titik tengah dan solusi yang pada akhirnya berorientasi pada pelayanan publik.

"ASN adalah wajah pemerintah di pelayanan masyarakat. Jadilah wajah yang solutif, ramah, dan memberi kemudahan dalam pelayanan," jelas Puan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya