6 Arahan Jokowi untuk Perguruan Tinggi di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 27 Jul 2021, 20:16 WIB
Diperbarui 27 Jul 2021, 20:16 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan sejumlah arahan kepada para rektor dalam Konvensi Kampus XVII dan Temu Tahunan XXIII Forum Rektor Indonesia 2021 yang disiarkan melaui YouTube Universitas Gadjah Mada, Selasa (27/7/2021).

Satu hal yang disoroti terkait keterbatasan menggelar pertemuan secara fisik di tengah pandemi. Meski berat, Jokowi menilai pandemi bisa menumbuhkan berbagai inovasi baru di bidang teknologi, terutama dalam dunia pendidikan. 

"Kita memang harus berjuang membebaskan rakyat Indonesia dari ancaman Covid-19, tetapi pasti banyak langkah-langkah inovatif yang muncul inovatif yang muncul karena pandemi ini. Kita harus semakin mengembangkannya, kita teruskan di pasca pandemi nanti," ujar Jokowi

Dia pun mendorong perguruan tinggi berkolaborasi dengan para pelaku industri agar mampu bersaing secara global.

Berikut sederet arahan Jokowi untuk perguruan tinggi di tengan pandemi yang dihimpun Liputan6.com:

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Proses Pendidikan Harus Berjalan di Tengah Pembatasan Interaksi

Dalam acara yang disiarkan melaui YouTube Universitas Gadjah Mada, Jokowi menyampaikan universitas harus tetap berjuang untuk menjalankan proses pembelajaran meski di tengah pembatasan interaksi.

Selain itu, dirinya juga mengakui banyaknya dampak yang timbul akibat adanya pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Saat ini kita harus menanggung beban yang berat akibat pandemi Covid-19. Kita harus berjuang mengatasi permasalahan kesehatan dan permasalahan ekonomi. Kita harus berjuang untuk tetap menjalankan proses pendidikan di tengah pembatasan interaksi dan pertemuan fisik," kata Jokowi.

Dia menyampaikan pandemi Covid-19 juga merupakan sebuah ujian terhadap ketangguhan Indonesia dalam menghadapi tekanan yang sangat berat. Namun, Jokowi meyakini pandemi akan menimbulkan inovasi baru yang sangat berguna untuk masa mendatang.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Lembaga Pendidikan Harus Manfaatkan Teknologi

 

Jokowi juga mengatakan, pandemi telah menambah disrupsi yang sebelumnya dipicu revolusi industri 4.0. Jokowi menyebut lanskap sosial budaya, ekonomi, dan politik mengalami perubahan besar akibat revolusi industri 4.0.

"Kita harus akui bahwa teknologi telah menjadi master disrupsi. Perdagangan telah bergeser menjadi e-commerce," ucap Jokowi.

Tak hanya itu, kata dia, dunia perbankan saat ini telah terdistrupsi oleh Financial Technology (Fintech) dan berbagai macam e-payment. Di dunia kedokteran dan farmasi, kini muncul berbagai aplikasi health care.

"Profesional hukum juga mulai diguncang oleh regtech dan dunia pendidikan telah terdistrupsi besar-besaran oleh edutech," tuturnya.

Untuk itu, Jokowi meminta lembaga pendidikan tinggi harus memperkuat posisinya dengan memanfaatkan teknologi. Dia menilai, digital learning atau pembelajaran digital bukan hanya digunakan untuk memfasilitasi pengajaran oleh dosen internal kampus kepada mahasiswa.

"(Namun) juga sangat penting adalah memfasilitasi mahasiswa untuk belajar kepada siapapun juga, dimanapun juga, tentang apapun juga," jelas Jokowi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Minta Perguruan Tinggi Inisiatif Ajak Pelaku Industri

Jokowi pun menekankan pentingnyakolaborasi antara perguruan tinggi dengan pelaku industri di era disrupsi.

Menurut dia, perguruan tinggi sangat membutuhkan kolaborasi dengan para praktisi dan pelaku industri. Sedangkan, para pelaku industri sangat membutuhkan talenta dan inovasi teknologi dari perguruan tinggi.

"Oleh karena itu, ajak industri ikut mendidik para mahasiswa sesuai dengan kurikulum industri, bukan kurikulum dosen agar para mahasiswa memperoleh pengalaman yang berbeda dari pengalaman di dunia akademis semata," jelas Jokowi dalam acara Konvensi Kampus XVII dan Temu Tahunan XXIII Forum Rektor Indonesia 2021, Selasa (27/7/2021).

Dia menilai pengetahuan dan keterampilan yang hebat saat ini bisa jadi tak dibutuhkan lagi 5 atau 10 tahun ke depan karena perubahan zaman. Untuk itu, universitas harus memastikan bahwa para mahasiswa menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk zamannya.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Dorong Universitas Kembangkan Potensi Mahasiswa

Jokowi juga mendorong universitas memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk mengembangkan potensi dan talenta yang dimiliki.

Dia menyebut mahasiswa dapat mempelajari pengetahuan dan keterampilan di luar jurusan yang diambil.

"Setiap mahasiswa mempunyai talentanya masing-masing dan talenta ini yang harus digali, difasilitasi dan dikembangkan. Itulah esensi dari program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar," kata Jokowi.

Jokowi mengingatkan pihak universitas untuk memfasilitasi para mahasiswa agar dapat bersaing di pasar kerja yang semakin terbuka dan terglobalisasi. Dia berharap lulusan perguruan tinggi mampu menjadi industriawan yang menciptakan lapangan kerja.

"Mampu meningkatkan status sosialnya membuat dirinya naik kelas dan menjadikan UMKM Indonesia juga naik kelas bersama-sama," ucap Jokowi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

5. Remajakan Kurikulum dan Sistem Belajar

Kepadaa perguruan tinggi yang telah berusia tua, Jokowi meminta untuk segera dilakukan peremajaan kurikulum dan sistem pembelajaran. Hal ini agar semua perguruan tinggi dapat berkompetisi di tengah disrupsi dunia.

"Perguruan tinggi yang usianya sudah tua, tolong segera lakukan peremajaan diri, peremajaan kurikulum, dan sistem pembelajaran, peremajaan manajemen dan perilaku agar tetap tangguh, dan kompetitif di dunia yang baru," ujar Jokowi.

Dia pun mengatakan saat ini merupakan kesempatan emas bagi perguruan tinggi muda. Pasalnya, lanjut Jokowi, mereka tidak akan terbebani untuk membuang tradisi kerja masa lalu dan menerapkan kurikulum baru.

"Perguruan tinggi baru berkesempatan untuk melompat ke cara kerja baru, ke kurikulum baru, ke manajemen model baru," katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

6. Ingatkan Rektor dan Dosen Agar Tak Terlalu Kaku terhadap Disiplin Ilmu

Kepada pada rektor, Jokowi pun mengingatkan, hybrid knowledge dan hybrid skill sangat dibutuhkan di segala jenis profesi. Untuk itu, dia meminta agar para dosen tak terlalu kaku terhadap disiplin ilmu.

"Korbannya bukan hanya para alumni yang gagap menyongsong masa depan, tetapi juga perguruan tinggi tidak mampu membangun relevansi dalam dunia yang sedang terdisrupsi," tutur dia.

Menurut Jokowi, disrupsi sekarang ini memberikan kesempatan kepada pendatang baru untuk mendahului mereka yang terbebani dengan cara-cara lama. Jokowi ingin perguruan tinggi dapat lebih progresif dalam menyiapkan masa depan para mahasiswa.

 

Deni Koesnaedi

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya