Epidemiolog Sebut Kematian Covid-19 Masih Tinggi: Banyak Kasus Ditemukan Terlambat

Oleh Fachrur Rozie pada 27 Jul 2021, 13:12 WIB
Diperbarui 27 Jul 2021, 13:12 WIB
FOTO: Rusun Nagrak Mulai Dihuni Pasien OTG COVID-19
Perbesar
Mobil ambulans yang membawa pasien COVID-19 tiba di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta, Senin (21/6/2021). Pemprov DKI Jakarta mulai mengaktifkan Rusun Nagrak sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien COVID-19 tanpa gejala. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menyebut banyaknya angka kematian akibat Covid-19 lantaran lambannya pemerintah dalam menemukan adanya kasus baru terkonfirmasi positif virus Corona.

Menurut dia, banyak kasus pasien Covid-19 ketika ditemukan sudah dalam kondisi yang memprihatinkan. Lantaran lambat ditemukan, secara otomatis juga lambat mendapat penanganan medis.

"PR (pekerjaan rumah) kita saat ini adalah kematian yang masih tinggi, di Jakarta minggu kemaren itu naik dua kali lipat dari minggu sebelumnya, artinya apa? Banyak kasus ditemukan terlambat, dia ditemukan dalam kondisi yang sudah berat, sehingga, ya, sudah kalau sudah berat itu kan kemungkinan untuk dia sembuh itu kecil sekali," ujar Masdalina dikutip Selasa (27/7/2021).

Dia meminta pemerintah lebih agresif dalam menemukan kasus baru Covid-19. Program testing dan testing harus mencapai target yang telah ditentukan.

"Testingnya kalau targetnya 500 ribu ya harus dicapai 500 ribu, jangan hanya target-target saja, vaksin juga, kalau harus 1 juta sampai 2 juta ya capai, jangan cuma target saja," kata Masdalina.

Menurut dia, permasalahan yang dihadapi pemerintah saat ini adalah kesulitan mencapi target yang telah ditetapkan. Padahal, Presiden Jokowi sudah memberikan tanggungjawab dalam penanganan Covid-19 ini kepada setiap menterinya.

"Sebenarnya semua sudah jelas siapa melakukan apa, tracing-testing kan Kemenkes, ya tinggal minta tanggungjawabnya sama Kemenkes gitu. Kalau misalnya enggak mampu ya lambaikan bendera putih, minta batuan," kata Masdalina.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jokowi Minta Para Menteri Bekerja Maksimal

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan para menteri terkait penanganan Covid-19 untuk melakukan langkah yang lebih maksimal selama perpanjangan PPKM Level 4 yang berlaku mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers virtual, Minggu (25/7/2021).

Adapun yang dimaksud seperti membagikan kebutuhan masyarakat, terlebih bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri ataupun pengobatan di rumah sakit.

"Secara khusus saya minta kepada para menteri terkait juga segera melakukan langkah-langkah maksimal untuk membagikan vitamin, suplemen pada masyarakat, memberikan dukungan obat-obatan, dan konsultasi dokter terhadap isolasi mandiri, serta dukungan pengobatan di rumah sakit," kata Jokowi.

Adapun dia juga meminta angka kematian akan Covid-19 untuk ditekan semaksimal mungkin.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya