Anies: Pasar Tradisional Non-Kebutuhan Sehari-hari Beroperasi hingga Pukul 15.00 WIB

Oleh Ika Defianti pada 27 Jul 2021, 11:05 WIB
Diperbarui 27 Jul 2021, 11:05 WIB
Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun di SMAN 20 Jakarta
Perbesar
Gubernur Jakarta Anies Baswedan saat meninjau vaksinasi perdana bagi anak usia 12-17 tahun di SMAN 20, Jakarta, Kamis (1/7/2021). Target 1,3 juta anak di Jakarta disuntik vaksin Corona. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatur waktu operasional pasar di Ibu Kota saat pelaksanaan perpanjangan PPKM level 4.

Hal tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 938 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat 4 Covid-19. Kepgub tersebut ditandatangani oleh Anies pada 26 Juli 2021.

Berdasarkan Kepgub tersebut, Anies Baswedan membagi dua waktu operasional pasar tradisional, pasar rakyat, hingga supermarket.

Untuk pasar yang menjual kebutuhan sehari-hari waktu operasional nya hingga pukul 20.00 WIB dengan pembatasan kapasitas 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan.

"Pasar tradisional dan pasar rakyat yang menjual non kebutuhan sehari-hari jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 15.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen," kata Anies Baswedan dalam Kepgub tersebut.

Sedangkan untuk apotek dan toko obat dapat beroperasi 24 jam dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Anies Baswedan Sebut Kasus Covid-19 di Jakarta Seperti Atap Bocor

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggambarkan kasus Covid-19 di Ibu Kota layaknya sebuah rumah yang atapnya bocor ketika hujan deras. Karena itu, dia dan jajarannya terus mengupayakan menambal kebocoran tersebut.

"Kemarin kita siapkan tempat untuk menampung kebocorannya itu, yaitu dengan ada pasang ember, diperluas embernya, tapi juga harus menambal lubangnya," kata Anies di YouTube Pemprov DKI Jakarta, Senin (26/7/2021).

Dia menyebut berdasarkan situasi sepekan terakhir, Pemprov DKI telah melakukan penambalan pada lubang rumah. Sebab jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RS telah mengalami penurunan.

"Harapannya nanti yang sekarang sedang dirawat bisa segera pulang, yang di ICU segera pulih, sehingga kita bisa menyaksikan kasus aktif makin hari makin sedikit," ucap dia.

Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan meminta warga tidak pesimistis dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Kata dia, saat ini penurunan kasus aktif merupakan bentuk keberhasilan dari kedisiplinan masyarakat.

"Izinkan saya mengajak kepada seluruh warga Jakarta, jangan pesimis. Nyatanya kita bisa bersama-sama mulai menurunkan tingkat kegawatan situasi," kata dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya