Mendikbudristek Ajak Anak Indonesia Semangat dan Sabar Belajar dari Rumah

Oleh Nanda Perdana Putra pada 26 Jul 2021, 18:14 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 18:14 WIB
Raker Komisi X dengan Mendikbudristek
Perbesar
Mendikbudristek Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Rapat membahas Rencana Kerja Pemerintah Kementerian/Lembaga (RKP K/L) dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) tahun 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki tahun ajaran baru 2021, sebagian besar anak-anak Indonesia tetap harus menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) lantaran kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai.

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim pun memberikan apresiasi kepada seluruh anak Indonesia yang dinilainya tetap menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berprestasi.

"Bagi adik-adik yang sekarang masih harus belajar dari rumah, saya harap kalian tetap semangat dan bersabar karena kesehatan dan keselamatan kalian selalu menjadi prioritas kami," kata Nadiem dalam Webinar Hari Anak Nasional 2021 yang diselenggarakan KPCPEN, Senin (26/7/2021).

Nadiem memastikan, bapak dan ibu guru di seluruh penjuru negeri senantiasa berupaya memberikan yang terbaik untuk pendidikan anak Indonesia.

Dia turut menitipkan pesan agar anak-anak Indonesia dapat mengikuti seluruh protokol kesehatan, baik yang sudah disampaikan oleh orangtua, atau pun melalui sekolah-sekolah, termasuk berbagai saluran-saluran informasi yang dapat diakses melalu internet.

"Dan bagi kalian yang sudah memulai melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, tolong tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan," kata Nadiem.

Anak-anak peserta webinar, Tiara Fairuz Alfie Airlangga mengaku rindu dengan saudaranya, yang selama pandemi tidak dapat dikunjungi. Dia juga rindu dengan bermain dan bersekolah.

"Semoga kita bisa lebih mematuhi protokol kesehatan dan juga mematuhi semua aturan dari pemerintah supaya pandemi ini bisa cepat berakhir," kata Tiara.

Peserta webinar lainnya, Rachelle Kathleen Rahardjo juga memiliki harapan yang sama. Siswi SDN 15 Mangkubumen Lor Surakarta itu berharap seluruh anggota keluarganya dapat disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

"Kalau tidak penting tidak perlu keluar rumah, karena kita tidak mau keluarga kita tertular Covid-19. Kalau ada keluarga di rumah tertular, kan kita juga bisa tertular. Dan kalau harus keluar, jangan lupa masker double," ujar Rachelle.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pahami Protokoler Kesehatan

Hari Pendidikan Nasional, Begini Semangat Para Ibu Berantas Buta Aksara
Perbesar
Ibu rumah tangga saat kegiatan gerakan berantas buta aksara di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka, Bogor, Minggu (2/5/2021). TBM Lentera Pustaka yang berada di kaki Gunung Salak ini mengajarkan puluhan ibu-ibu yang buta aksara sebanyak dua kali dalam seminggu. (merdeka.com/Arie Basuki)

Dokter Spesialis Anak, Soedjatmiko mengungkapkan rasa haru sekaligus gembira karena seluruh peserta anak-anak yang hadir dinilai telah memiliki pengetahuan yang cukup soal Covid-19.

Menurutnya, Anak-anak terlihat sudah memahami pentingnya disiplin melaksanakan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas.

"Dan bagi anak-anak jangan ragu untuk divaksinasi. Vaksinasi ini harus dua kali agar optimal karena vaksinasi ini baru dinilai optimal sekitar 1-2 bulan setelah vaksinasi kedua," terang Soedjatmiko.

Ikatan Dokter Anak Indonesia mencatat bahwa sejauh ini ada 400 ribu anak-anak Indonesia terpapar Covid-19 atau sekitar 13 persen penularan virus Corona di Indonesia dialami oleh kelompok usia anak. Terdata 1 dari 83 kematian akibat Covid-19 di Tanah Air adalah anak-anak dan dari seluruh kasus kematian anak akibat Covid-19, 50 persen terjadi pada usia di bawah lima tahun. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya