Satgas Ajak Jemaat GBBI Ikut Terlibat dalam Posko Covid-19

Oleh Yopi Makdori pada 25 Jul 2021, 18:47 WIB
Diperbarui 25 Jul 2021, 19:27 WIB
Wiku Adisasmito
Perbesar
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers perkembangan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 30 Maret 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr.)

Liputan6.com, Jakarta Satgas Penanganan Covid-19 mengajak para jemaat Gabungan Gereja Baptis di Indonesia (GBBI) agar terlibat dalam Posko Covid-19 di level desa/kelurahan.

Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, keterlibatan para jemaat bisa dalam bentuk pencegahan maupun upaya 3T.

"Jadi kami mohon bantuan Bapak/Ibu sekalian agar ikut terlibat di dalam posko desa/kelurahan masing-masing seluruh Indonesia baik dalam aspek pencegahan, yaitu memberikan edukasi, pembagian masker, pembatasan jam malam, dan lain-lain," kata Wiku dalam sebuah acara yang diselenggarakan secara daring, Minggu (25/7/2021).

Keterlibatan dalam upaya 3T, lanjut dia, meliputi membantu untuk mengidentifikasi orang yang sakit agar segera dites. Jika konfirmasi positif, maka turut melakukan tracing kepada kontak erat.

"Itu juga suatu bantuan yang nanti akan bisa di-testing, tracing dan penanganan apakah itu isolasi mandiri atau isolasi terpusat," jelas Wiku.

Ia juga meminta bantuan agar jemaat GBBI mengingatkan pihak lain, termasuk umat dari agama lain untuk menegakkan disiplin prokes secara ketat. Ia berpesan supaya pesan itu disampaikan secara santun agar tak menimbulkan hal-hal yang berujung pada kesalahpahaman.

"Selama kita sampaikannya dengan kasih sayang, dengan hormat harusnya mereka bisa menerima. Misalnya kalau tidak menggunakan masker yang kita bagi masker," kata Wiku.

Jika masyarakat sudah menggunakan masker, Wiku berpesan supaya jemaat GBBI mengingatkan mereka menggunakan masker secara benar di masa pandemi Covid-19 ini.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Keganasan Varian Delta

Menurut Wiku itu semua dilakukan demi gotong-royong dalam menangani keganasan virus Corona varian Delta. Di mana varian ini tidak cukup dicegah hanya dengan menggunakan masker atau 3M saja.

"Kita harus (juga) menjalankan 3M itu dengan benar, dengan disiplin dan konsisten. Kalau kita menggunakan masker tapi di dagu itu tidak benar, kalau kita menggunakan masker tapi pada saat bicara dibuka itu (juga) tidak benar," ucapnya.

Wiku mengatakan, pemahaman masyarakat dengan karakteristik varian virus ini akan amat membantu dalam mencegah penularannya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya