Anies Baswedan: Kami di Jakarta Tak Pernah Tutupi Data Covid-19

Oleh Fachrur Rozie pada 25 Jul 2021, 16:08 WIB
Diperbarui 25 Jul 2021, 16:08 WIB
Anies Baswedan
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berolahraga di halaman rumah dinas, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2020). Anies Baswedan yang masih melakukan isolasi mandiri di rumah dinas gubernur karena positif Covid-19 menyempatkan diri untuk berolahraga pada pagi ini (Liputan6.com/Herman zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim pihaknya tak pernah menutupi data pasien Covid-19.

Menurut dia, semua data apapun terkait Covid-19 pasti dilaporkan oleh pihaknya, baik itu yang meninggal maupun yang lain.

"Saya rasa perlu garis bawahi, kami di Jakarta tidak pernah menutupi data, tidak pernah mengurangi, tidak pernah menambahi. Bila ada yang meninggal, kita laporkan, bila selamat, kita laporkan. Tidak pernah ditutup-tutupi," ujar Anies dalam virtual, Minggu (25/7/2021).

Dia juga menyebut pihaknya memiliki data pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Data pasien isolasi mandiri diterima Pemerintah Provinsi DKI langsung dari Kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

"Ini hasil rapat-rapat kita bahwa tim, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas itu harus tahu siapa positif, siapa isolasi mandiri di setiap wilayahnya," kata Anies.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jakarta Tertinggi

Data analyst LaporCovid-19, Said Fariz Hibban mengatakan, sebanyak 2.313 orang meninggal dunia saat sedang menjalani isolasi mandiri usai terpapar virus Corona.

Adapun menurut dia, angka tersebut merupakan akumulasi data Juni sampai 21 Juli 2021 yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Dia menyebut Jakarta menyumbang kasus terbanyak yakni 1.161 jiwa.

"Hari ini saya dapat data dari teman-teman DKI, angkanya rentan awal Juni sampai 21 Juli kemarin, sebanyak 1.161 orang," kata Said dalam konferensi pers secara daring, Kamis (22/7/2021).

Dia mengungkapkan, grafik tertinggi kasus kematian yakni pada periode 29 Juni 2021 yakni sebanyak 42 orang meninggal.

Sementara pada 30 Juni 2021 ada 50 orang. Lalu pada 13-`14 Juli ada 42 orang yang meninggal.

Meski demikian, Said menjelaskan angka tersebut belum tentu mewakili kondisi sesungguhnya di masyarakat, lantaran tak semua orang melapor akan kasus serupa ke LaporCovid-19.

"Kami mengkhawatirkan, hal ini merupakan fenomena puncak gunung es dan harus segera diantisipasi untuk mencegah semakin banyaknya korban jiwa di luar fasilitas kesehatan," kata dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya