Pasien Covid-19 Tak Mau Isoman hingga Ludahi Warga Bikin Heboh Silaen Sumut

Oleh Ady Anugrahadi pada 25 Jul 2021, 10:51 WIB
Diperbarui 25 Jul 2021, 10:51 WIB
Sosialisasi Virus Corona di Stasiun Sudirman
Perbesar
Pengguna KRL mengenakan masker saat berada di Stasiun Sudirman, Jakarta, Selasa (4/2/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan sosialisasi tentang pencegahan penyebaran virus corona sambil membagikan masker secara gratis kepada penumpang. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta Video yang memperlihatkan seorang pria paruh baya diamankan massa viral di media sosial lantaran positif Covid-19. Rekaman itu diunggah oleh Jhosua Lubis, Sabtu 24 Juli 2021.

Dia menyebut video itu terjadi di Desa Sianipar Bulu Silape Kecamatan Silaen, Tobasa, Sumatera Utara.

Belakangan diketahui, pria yang diduga dipukuli warga itu bernama Selamat Sianipar, seorang pasien Covid-19.

Indentitas korban terungkap usai pemerintah Kabupaten Toba bersama Polda Sumut mengecek lokasi. Keluarga dan beberapa warga yang terlihat di video telah diperiksa untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya.

Hal itu disampaikan, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi dalam keterangan tertulis, Minggu (25/7/2021).

"Warga yang ikut mengamankan saat itu juga sudah diambil keterangan untuk klarifikasi kejadian video yang viral tersebut," ujar dia.

Menurut keterangan yang diterima, Selamat Sianipar didiagnosis terinfeksi virus Corona. Namun, bukannya bersikap kooperatif, dia malah keluar rumah dan mencoba memeluk dan mengejar warga sekitar.

Hadi menyebut, tindakan warga untuk melindungi Selamat Sianipar dan juga orang-orang di sekitar.

"Itu dilakukan warga sebagai tindakan mengamankan karena yang bersangkutan teriak-teriak bahwa tidak ada Covid-19. Yang bersangkutan keluar rumah sambil meludahi orang yang berpapasan dengan dia dan memeluk orang," kata Hadi.

Hadi menyebut, Selamat Sianipar saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. "Setelah diamankan, yang bersangkutan juga langsung dibawa ke RS di Silaen," ujar dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tidak Ada Penganiayaan

Sementara itu, Bupati Toba Poltak Sitorus meluruskan pria itu bukanlah dianiaya, namun diamankan karena lari saat menjalani isolasi mandiri (Isoman).

"Bukan untuk kekerasan, hanya mengamankan. Saya lihat masyarakat desa juga sangat peduli dengan pak Selamat Sianipar ini," kata dia dalam keterangan tertulis.

Poltak mengatakan hal itu setelah pihaknya menemui keluarga dari Selamat Sianipar. Poltak mengatakan Selamat Sianipar telah dirujuk RSUD Porsea untuk menjalani perawatan.

"Beliau sudah kita posisikan di RSUD Porsea," ucap dia.

Sementara itu Kepala Desa Pardomuan, Toba Timbang Sianipar membenarkan Selamat Sianipar adalah salah satu pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Timbang menyebut lokasi isolasi jauh dari kediamannya. Kebutuhan Selamat Sianipar selama isolasi juga dipenuhi oleh pemerintah desa.

"Beras 1 karung, telur 1 papan, dencis 2 kaleng, garam, minyak goreng, sabun mandi, sudah kami siapkan untuk saudara Selamat Sianipar," ucap Kades Pardomuan.

Namun, tetiba Selamat Sianipar kembali pulang ke rumahnya. Pihak Desa yang mengetahui hal itu kemudian mendatangi lokasi rumah Selamat Sianipar.

"Kembali ke rumah orang tuanya lagi, jadi saya langsung terjun ke rumah saudara Selamat Sianipar," ujar dia.

Istri dari Selamat Sianipar Risma Sitorus, juga mengakui suaminya lari saat menjalani isolasi mandiri. Dia mengaku suaminya diamankan warga karena dirinya beserta anaknya sudah lari terlebih dahulu saat hendak dipeluk oleh Selamat.

"Anak ku mau dipeluk, 'Nggak mau pak'. Lari kami. Jadi warga yang mengamankannya, kami udah lari ke bawah," tandas dia Risma.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya