Polisi Suntik Vaksin Covid-19 Enam Remaja yang Ditangkap Saat Hendak Nonton Demo

Oleh Nafiysul Qodar pada 25 Jul 2021, 00:10 WIB
Diperbarui 25 Jul 2021, 00:10 WIB
FOTO: Vaksinasi Pedagang Pasar Kramat Jati
Perbesar
Ilustrasi - Polisi menyuntikkan vaksin virus corona COVID-19 kepada pedagang Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur, Kamis (22/7/2021). Sebanyak 250 pedagang Pasar Induk Kramat Jati menjalani vaksinasi guna menekan penyebaran COVID-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Aparat kepolisian menyuntikkan vaksin Covid-19 terhadap enam remaja yang ditangkap karena diduga hendak menonton aksi demo menolak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, enam remaja tersebut ditangkap di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. 

"Kita patroli bersama, kita lihat orang kerumunan, terus kita tanya tidak bisa jawab, kita bawa dulu. Kita edukasi saja habis itu kita pulangkan," kata Yusri saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Yusri menjelaskan enam remaja tersebut awalnya dibawa anggota Polres Metro Jakarta Pusat untuk didata dan diberikan edukasi mengenai kebijakan PPKM saat pandemi Covid-19.

Saat dilakukan pendataan, diketahui bahwa enam remaja tersebut belum divaksinasi Covid-19. Polisi juga melakukan tes usap kepada pemuda remaja tersebut sebelum diberikan vaksin Covid-19.

"Kita periksa mereka swab, negatif, dan kita lakukan vaksin karena mengaku belum divaksin. Sudah dipulangkan sekarang," ujar Yusri dikutip dari Antara.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Seruan Demo Tolak PPKM

Seperti diketahui, di media sosial beredar poster berisi seruan demo bertajuk 'Jokowi End Game'. Terdapat ajakan long march dari Glodok-Istana Negara untuk memprotes PPKM pada Sabtu 24 Juli 2021. 

Aparat Polda Metro Jaya telah mengimbau masyarakat agar tidak turun ke jalan dan menggelar unjuk rasa terkait PPKM. Polda Metro memahami bahwa masyarakat sangat mengharapkan relaksasi kebijakan PPKM.

Namun jika masyarakat terus melanggar protokol kesehatan, seperti membuat kerumunan, yang akan berpotensi memicu lonjakan angka positif Covid-19, maka sulit bagi pemerintah untuk melakukan relaksasi PPKM.

"Bagaimana kita bisa relaksasi, kalau ada kegiatan kerumunan seperti ini lagi. Kasihan rumah sakit, kuburan, sudah penuh," ungkap Yusri.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya