Antisipasi Demo Jokowi, Polda Metro Jaya Kerahkan 3.385 Personel Pengamanan

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 24 Jul 2021, 10:40 WIB
Diperbarui 24 Jul 2021, 10:40 WIB
ilustrasi polisi
Perbesar
Ilustrasi polisi. (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya mengantisipasi adanya gerakan massa yang melakukan aksi demo dan mengancam pelanggaran protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19. Hal ini terkait rencana aksi demo di Istana Negara bertajuk 'Jokowi End Game' oleh sejumlah elemen masyarakat untuk menolak perpanjangan PPKM Darurat.

"Kami siapkan personel gabungan sebanyak 3.385 orang," kata Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (24/7/2021).

Marsudianto menambahkan, ribuan personel tersebut sudah mulai disiagakan sejak pagi karena rencana aksi demo itu. Menurut dia, personel sudah disebar ke sejumlah titik di Jakarta.

"Iya sudah mulai jam 07.00 pagi tadi sudah siaga. Ada di sekitaran Monas sampai sekitar DPR juga," jelas dia.

Sebelumnya, menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, aksi tersebut adalah hoaks. Dia meminta jangan ada pihak yang terprovokasi hal tersebut dan tidak egois dan melihat kondisi pandemi Covid-19 yang belum terkendali. Dia meminta kepada mereka untuk melihat kapasitas rumah sakit yang penuh dengan pasien Covid-19.

"Silakan kalau mau menyampaikan pendapat datang ke Polda Metro akan kita terima. Secara bijak untuk kita bisa hindari kerumunan supaya jangan jadi klaster lagi. Lihat rumah sakit kuburan udah penuh. Apa mau diperpanjang lagi PPKM ini. Sementara masyarakat mengharapkan supaya bisa relaksasi," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat 23 Juli 2021.

Melalui selebaran yang dilihat Liputan6.com, aksi bertajuk Jokowi End Game digelar 24 Juli 2021. Aksi demo ke jalan ini disebut akan dilakukan long march mulai dari Glodok sampai di titik kumpul Istana Negara.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mahfud Md Minta Aspirasi Disampaikan Sesuai Prosedur

Menko Polhukam Mahfud MD
Perbesar
Menko Polhukam Mahfud MD

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md meminta semua pihak menyampaikan aspirasi seusai aturan yang ada. Ia mengatakan, saat ini ada PPKM, maka aspirasi tidak harus disampaikan dengan turun ke jalan dengan demo, melainkan secara tertulis atau media lainnya

"Dalam kerangka itu mencari jalan yang baik bersama silakan sampaikan aspirasi, yang penting semua punya tujuan yang sama, yaitu menyelamatkan Indonesia. Aspirasi resmi tertulis melalui telepon, melalui media, dan melalui apa pun, yang penting semuanya ikut prosedur yang telah ditetapkan dalam rangka mencapai suatu tujuan," kata Mahfud lewat YouTube Kemenko Polhukam, Jumat malam (23/7/2021).

Mahfud meminta masyarakat tetap tenang dan menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Menurutnya kondisi kondusif tanpa kerusuhan dibutuhkan untuk melawan pandemi.

"Kepada seluruh masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan menjaga kondisi ketertiban dan keamanan di wilayah masing-masing. Mari jaga negara ini tetap menjadi kondusif sambil berusaha bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan terutama yang sekarang ini fokus persoalan kita adalah menyelesaikan Covid," ucap Mahfud Md.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya