Jokowi: Stok Beras Nasional Cukup, Ada 1,3 Juta Ton di Bulog

Oleh Lizsa Egeham pada 21 Jul 2021, 14:43 WIB
Diperbarui 21 Jul 2021, 14:43 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers tentang pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19 harus ikuti prosedur dan kaidah ilmiah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa stok beras nasional yang ada di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) saat ini mencapai 1.373.000 ton. Dia pun memastikan bahwa stok beras saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.

"Saya ingin memastikan bahwa stok nasional untuk beras cukup. Tadi Pak Kepala Bulog menyampaikan bahwa stok yang ada di Bulog 1.373.000 ton. Artinya, stok kita cukup," ujar Jokowi saat mengunjungi Gudang Bulog di Jakarta Utara, Rabu (21/7/2021).

Dalam kesempatan ini, dia menyampaikan bahwa penyaluran bantuan beras untuk masyarakat sudah mulai disalurkan sejak Jumat, 16 Juli 2021. Total ada 10 kilogram beras yang akan diberikan pemerintah kepada masing-masing keluarga penerima manfaat.

"Kita harap dengan bantuan beras ini, bisa membantu rakyat karena kita dalam penerapan PPKM," ucap Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan tambahan bantuan sosial kepada masyarakat. Hal ini meringankan beban masyarakat akibat PPKM.

Menurut dia, pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) tambahan sebesar Rp 39,19 triliun untuk masyarakat yang akan dikucurkan secepatnya oleh Menteri Keuangan dan Menteri Sosial. Bantuan itu berupa beras Bulog 10 kilogram untuk 18,9 jutaa keluarga penerima manfaat (KPM).

Kemudian, bansos tunai untuk 10 juta KPM, pemberian ekstra 2 bulan untuk 18,9 juta KPM sembako. Disamping itu, ada bansos tambahan untuk 5,9 juta KPM di seluruh daerah.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tambahan Anggaran Kartu Prakerja

Pemerintah juga memberikan tambahan anggaran kartu Pra Kerja sebesar Rp 10 triliun dan subsidi listrik rumah tangga untuk 450 volt dan 900 volt. Subsidi listrik ini akan diperpanjang 3 bulan sampai Desember 2021.

"Subsidi kuota internet untuk siswa, guru, dosen selama 6 bulan dan juga subsidi listrik sampai Desember 2021," ucap Luhut dalam konferensi pers, Sabtu 17 Juli 2021.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya