Kota Bogor Krisis Air, Bagaimana Nasib Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah?

Oleh Achmad Sudarno pada 20 Jul 2021, 20:31 WIB
Diperbarui 20 Jul 2021, 20:49 WIB
Krisis Air Bersih di Kota Bogor
Perbesar
Tak hanya di Jalan Cendana, hampir sebagian wilayah di Kota Bogor mengalami krisis air akibat dampak pecahnya pipa transmisi air baku di jalur Intake Ciherang Pondok–Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng). (Foto:Liputan6/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Bogor - Warga di Jalan Cendana Mulia II, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat akhirnya mendapat bantuan air bersih yang didistribusikan menggunakan mobil pemadam kebakaran.

"Sudah ada dari kemarin bantuan air pakai Damkar buat kebutuhan Lebaran Idul Adha," ucap salah satu warga, Iwan Setiawan (40), Selasa (20/7/2021).

Tak hanya di Jalan Cendana, hampir sebagian wilayah di Kota Bogor dilaporkan mengalami krisis air akibat dampak pecahnya pipa transmisi air baku di jalur Intake Ciherang Pondok–Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng, pada Minggu siang, 18 Juli 2021.

Latifa Fitria warga Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah bahkan mengaku terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya setelah mendapat informasi jika terjadi gangguan distribusi air PAM selama beberapa hari ke depan.

"Saya terpaksa ngungsi ke rumah saudara di Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor," ujarnya. 

Latifa juga mengungkapkan, ada dua orang tetangganya yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah terpaksa membeli air galon untuk keperluan bersih-bersih.

"Kasian tetangga saya, beli air galon ke warung. Tapi pesen lewat WA nanti dianterin sampai teras rumah. Kasihan aja kalau sampai beberapa hari begitu," ujarnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Liputan6.com, ada sekitar 4.000 pasien positif Covid-19 di Kota Bogor yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Sementara, jumlah yang terdampak sekitar 70 ribu pelanggan yang tersebar di zona III dan IV.

Adapun wilayah zona III dan IV meliputi empat kecamatan, yaitu Kecamatan Bogor Timur, sebagian Kecamatan Bogor Selatan, Bogor Tengah, Bogor Barat, Bogor Utara, dan Kecamatan Tanah Sareal.  

"Kami siapkan 27 mobil tangki. Tetapi karena keterbatasan armada kami tidak bisa melayani semua secara bersamaan," kata Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2 Hari ke Depan Diprediksi Kembali Normal

Krisis Air Bersih di Kota Bogor
Perbesar
Tak hanya di Jalan Cendana, hampir sebagian wilayah di Kota Bogor mengalami krisis air akibat dampak pecahnya pipa transmisi air baku di jalur Intake Ciherang Pondok–Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng). (Foto:Liputan6/Achmad Sudarno)

Terkait pasokan air PAM ke seluruh pelanggan yang terdampak, menurut Rino akan kembali normal diprediksi satu atau dua hari kedepan.

"Hari ini bisa finishing dan besok tinggal menggarap jaringan pipa-pipa yang pengaliran airnya kecil. Saat ini pipa besar sudah mengalir," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Ardani Yusuf mengatakan sudah ada beberapa wilayah yang sudah teraliri air. Namun begitu, itu pu belum mengalir secara normal.

"Sudah dibuka secara bertahap ke pelanggan, yang awalnya 600 liter per detik bertambah jadi 730 liter per detik. Saat ini kita masih proses buang angin," kata Ardani

Menurutnya, proses pemulihan membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari karena harus membuka skur klep di sejumlah pipa saluran air untuk membuang udara.

"Pelanggan juga harus membuka skur karena sudah banyak terjebak udara di dalam pipa," ucap Ardani. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya