Pemerintah Akan Latih Ratusan Ribu Bidan dan Mahasiswa Kedokteran Jadi Vaksinator Covid-19

Oleh Lizsa Egeham pada 17 Jul 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 17 Jul 2021, 10:00 WIB
Vaksinasi Jemput Bola untuk Lansia di Malaysia
Perbesar
Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 Pfizer untuk seorang wanita lansia di pedesaan Sabab Bernam, Selangor, Malaysia, Selasa (13/7/2021). Tim medis pergi dari rumah ke rumah di desa terpencil untuk menjangkau warga lansia dalam upaya meningkatkan program vaksinasi. (AP Photo/Vincent Thian)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah akan melatih ratusan ribu bidan serta mahasiswa kedokteran untuk menjadi tenaga vaksinator Covid-19. Hal ini dilakukan pemerintah agar 70 juta masyarakat Indonesia sudah disuntik vaksin Covid-19 pada September 2021.

"Untuk mencapai 70 juta tervaksin September ini, pemerintah akan melatih ratusan ribu bidan dan mahasiswa kedokteran sebagai vaksinator," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md melalui akun Twitternya @mohmahfudmd, Sabtu (17/7/2021).

Kendati begitu, dia mengakui target itu bukanlah hal yang mudah sebab proses penyuntikan vaksin membutuhkan waktu lebih dari 5 menit per orang. Mahfud mengatakan proses penyuntikan vaksin Covid-19 setidaknya memakan waktu 30 menit hingga 1 jam per orang.

"Yang akan divaksin harus dicek dulu tensi dan kimia darahnya agar bisa menerima vaksin. Yang tensi darahnya tinggi, misalnya, diberi obat dan ditunggu dulu sampai normal. Nunggunya bisa setengah sampai dengan satu jam," katanya.

"Setelah normal baru disuntik vaksin. Kalau disuntik sembarangan, saat kimia darah atau tensi tidak tepat itu berbahaya, bisa fatal. Jadi memang harus super hati-hati," sambung Mahfud.

Dia mengakui bahwa saat ini tenaga vaksinator untuk menyuntikkan vaksin Covid-19 di Indonesia tidak cukup. Padahal, kata Mahfud, stok vaksin Covid-19 di Indonesia saat ini mencukupi.

Dia menyebut kurangnya tenaga vaksinator inilah yang membuat masyarakat harus menunggu jadwal untuk divaksin. Mahfud mengungkapkan TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN) pun sudah turun tangan melatih vaksinator dan terjun langsung ke rakyat namun tetap banyak warga yang tak terlayani.

"Banyak yang sudah antre, tapi tak bisa terlayani saking banyaknya," ucapnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Percepat Program Vaksinasi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta jajarannya untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19 agar segera terbentuk herd immunity atau kekebalan komunal. Pemerintah berencana menaikkan jumlah vaksinasi menjadi 3 juta suntikan per hari pada Oktober dan November.

"Kalau kita ingin selesaikan (program vaksinasi) sebelum akhir tahun ini, maka diperlukan vaksinasi hingga 3 juta (suntikan) per hari pada periode Oktober-November yang akan datang," jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers usai rapat bersama Presiden Jokowi, Senin 5 Juli 2021.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya