Demokrat Ingatkan Pemerintah Jangan Buat Masyarakat Bingung Saat Pandemi Covid-19

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 17 Jul 2021, 03:18 WIB
Diperbarui 17 Jul 2021, 05:45 WIB
FOTO: Varian Baru COVID-19 Ditemukan di Indonesia
Perbesar
Aktivitas petugas di Rumah Karantina COVID-19 Hotel Yasmin, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (17/6/2021). Variant of concern (VOC) diyakini menular lebih cepat hingga memperberat gejala COVID-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Politikus Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mengingatkan, pemerintah tak membuat masyarakat binggung di masa pandemi Covid-19 ini.

Hal ini disampaikannya mengkritisi pernyataan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terkait kondisi pandemi Covid-19 di tanah air.

"Untuk memerangi Covid-19 harusnya tidak membuat pernyataan yang setiap saat berubah-ubah yang bisa membingungkan masyarakat," kata Didi dalam keterangannya, Jumat (16/7/2021).

Dia meminta, agar pemerintah jujur dan tak memberi kesan kepada rakyat seolah-olah Indonesia baik-baik saja. Jika pemerintah tidak transparan maka akan bisa fatal, sehingga rakyat menganggap pandemi Covid-19 di Indonesia hal biasa bukan hal gawat.

"Akibatnya penyebaran dan kematian terus makin meningkat," ungkap Didi.

Dia memintah langkah pemerintah harus jelas, terukur dan berdampak. Hentikan memainkan psikologi rakyat, membuat framing dengan pernyataan yang menyebutkan bahwa kasus Covid-19 bisa dikendalikan, bahwa Indonesia baik-baik saja, terlebih ada sejumlah negara yang akan menarik warganya dari tanah air.

"Alangkah baiknya meningkatkan langkah-langkah penanganan secara strategis bukan sekadar seremonial. Langkah yang bisa dilakukan mulai dari penyiapan fasilitas kesehatan, optimalisasi nakes serta percepatan vaksinasi," kata Didi.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pernyataan Luhut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan peningkatan kasus Covid-19 didominasi oleh varian Delta.

Menurut dia, varian Delta memiliki penyebaran yang lebih cepat dan dahsyat ketimbang varian Alpha.

"Saya mohon supaya kita paham, varian Delta ini tidak bisa dikendalikan," kata Luhut dalam konferensi pers, Kamis (15/7/2021).

Luhut menjelaskan bahwa varian Delta penularannya enam kali lebih cepat. Saat pelaksanaan PSBB sebelumnya, peningkatan kasus belum signifikan seperti halnya PPKM darurat. Bahkan saat ini, dia menyebut varian Delta mendominasi hampir semua peningkatan kasus di Pulau Jawa.

"PSBB 1, PSBB 2, PPKM kabupaten/kota, PPKM mikro, semua relatif sebenarnya naik tetapi masih terkendali. Tetapi begitu kita masuk varian Delta, peningkatan kasus Covid-19 didominasi oleh varian Delta," ucapnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya