Kapolri Janjikan 1.000 Paket Sembako Untuk Warga Terdampak PPKM Darurat di Bandung

Oleh Nanda Perdana Putra pada 15 Jul 2021, 22:33 WIB
Diperbarui 15 Jul 2021, 22:33 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat bertandang ke Kabupaten Kudus
Perbesar
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat bertandang ke Kabupaten Kudus. (dok Polri)

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan PPKM darurat di wilayah Kebonjayanti, Kiara Condong, Bandung, Jawa Barat. Dia menyatakan akan membantu warga dengan penyediaan 1.000 paket sembako.

"Segera lakukan pendataan pak Kapolsek dan Danramil lalu laporkan Kapolres dan Kapolda untuk segera distribusikan bantuan sosial PPKM darurat," tutur Listyo dalam keterangannya, Kamis (15/7/2021).

Listyo sendiri sekaligus memantau perkembangan kasus Covid-19 di wilayah yang terdiri dari 7 RT dengan jumlah penduduk sekitar 700 jiwa itu. Total konfirmasi kasus positif Corona ada delapan kasus dengan total kesembuhan enam kasus dan kematian dua kasus. Hanya saja, memang 7 RT tersebut masih dalam kategori zona hijau.

Tercatat dalam posko PPKM darurat di sana, hingga 14 Juli 2021 sudah sebanyak 400 warga yang mengikuti vaksinasi. Meski dekat dengan rel kereta api dan terminal, saat ini sudah tidak ada lagi kasus Covid-19 di posko mikro tersebut. Alhasil, posko itu mendapatkan prestasi juara pertama di level Polrestabes sebagai PPKM Mikro terbaik dan di level Polda Jabar.

"Langkah-langkah sudah bagus, kerjasama di PPKM ini sudah bagus antara nakes, perangkat, bhabinkamtibmas dan babinsa," jelas Listyo.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tetap Patuhi Prokes

Listyo pun meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan meskipun masih termasuk zona hijau. Untuk warga yang terpapar, mesti dirawat dengan baik.

"Kuncinya adalah tidak boleh banyak interaksi, maka dari itu diperlakukan PPKM Darurat. Kita tidak mengharapkan ini namun harus menjadi upaya pemerintah mencegah laju pertumbuhan," Listyo menandaskan.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya