Politikus PAN Ini Klarifikasi Pernyataannya: Tidak Ada Niat Bedakan Masyarakat

Oleh Liputan6.com pada 14 Jul 2021, 22:00 WIB
Diperbarui 14 Jul 2021, 22:00 WIB
FOTO: Melihat Alat Pendukung Perawatan Pasien di RS Darurat COVID-19
Perbesar
Alat pendukung perawatan pasien virus corona COVID-19 terlihat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). RS Darurat Penanganan COVID-19 dilengkapi dengan ruang isolasi, laboratorium, radiologi, dan ICU. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay menjadi sorotan usai mengeluarkan pernyataan agar anggota DPR RI tidak kesusahan mendapatkan ruang ICU usai terpapar virus Corona atau Covid-19.

Menurut dia, konteksnya saat itu adalah meminta pemerintah menyiapkan fasilitas kesehatan yang mumpuni untuk merawat pasien Covid-19 tanpa terkecuali.

"Saya mengikuti rapat tersebut sampai selesai. Saya ikut memastikan agar usulan soal penyediaan fasilitas kesehatan, alat-alat kesehatan, terutama ICU dan obat-obatan, dan lain-lain masuk dalam kesimpulan. Itu ada di dalam kesimpulan nomor 4 huruf (a)," kata Saleh dalam keterangannya, Rabu (14/7/2021).

Adapun pernyataan Saleh terkait pernyataannya dilontarkan saat memberikan pandangan dalam rapat dengar pendapat antara Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan dan Kepala BPOM.

Dia menjelaskan, dirinya sama sekali tidak ada ingin membeda-bedakan masyarakat terutama dalam menerima pelayanan kesehatan di kala pandemi Covid-19.

"Tidak ada niat dan arah dari pembicaraan kemarin untuk membeda-bedakan masyarakat," ungkap Saleh.

Bahkan, lanjut dia, ingin memperjuangkan agar pelayanan kesehatan dapat dengan mudah diakses masyarakat. "Semua orang sama haknya dalam bidang pelayanan kesehatan. Itu adalah amanat konstitusi yang harus dijaga," kata Saleh.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pernyataan Kontroversial

Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera memperbaiki krisis tempat tidur di rumah sakit selama lonjakan Covid-19.

Saleh meminta tak ada lagi korban anggota dewan seperti yang terjadi pada temannya yakni anggota DPR RI Fraksin PAN John Siffy Mirin yang meninggal akibat Covid-19 lantaran telat mendapatkan perawatan.

"Saya tidak mau lagi misal mendengar ada anggota DPR yang tidak dapat tempat ICU, seperti yang dialami anggota Fraksi PAN saudaraku John Siffy Mirin, anggota DPR dari Papua Fraksi Partai Amanat Nasional tidak dapat ICU ya," kata Saleh dikutip dari YouTube DPR RI, Rabu (14/7/2021).

Kasus meninggalnya anggota fraksi PAN tersebut, menurut Saleh, membuat Wasekjen PAN Rosaline Irene Rumaseuw emosional dan akhirnya mengusulkan ada RS khusus untuk pejabat.

"Nah mungkin ini yang dipertanyakan dulu ke kita, sampai akhirnya anggota kami itu, teman kita di PAN emosional sekali karena sesama orang Papua, minta supaya ada rumah sakit khusus para pejabat. Itu sebenarnya karena emosional, bukan karena dari hatinya bicara seperti itu," ujar Saleh.

 

 

Reporter: Ahda Bayhaqi/Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya