2 Terdakwa Penyebar Video Syur Gisel Divonis 9 Bulan Penjara

Oleh Liputan6.com pada 13 Jul 2021, 18:48 WIB
Diperbarui 13 Jul 2021, 18:48 WIB
FOTO: Gisel Jadi Saksi Sidang Penyebar Video Syurnya dengan Nobu
Perbesar
Artis Gisella Anastasia atau Gisel saat tiba di Pengadilan Jakarta Selatan, Selasa (23/3/2021). Gisel dihadirkan sebagai saksi kasus penyebar video syur dirinya dan Michael Yukinobu Defretes dengan terdakwa PP dan MN. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan telah menjatuhkan vonis terhadap dua terdakwa penyebar video syur selebritas Gisella Anastasia (Gisel) dengan Michael Yukinobu (Nobu).

Kedua terdakwa yakni PP dan MN divonis hukuman pidana sembilan bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsidair tiga bulan kurungan.

"Iya benar, terdakwa PP dan MN divonis 9 bulam penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan," kata Humas PN Jakarta Selatan, Suharno saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (13/7/2021).

Setelah vonis dibacakan majelis hakim, kedua penyebar video syur Gisel itu memiliki kesempatan untuk mengajukan upaya hukum banding maupun menerima vonis tersebut dengan jangka waktu selama tujuh hari.

"Yang jelas untuk upaya hukum ini, itu kan ada tenggang waktunya tujuh hari, nah kita tunggu saja apakah mengajukan hukum atau tidak," kata Suharno.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

FOTO: Gisel Jadi Saksi Sidang Penyebar Video Syurnya dengan Nobu
Perbesar
Artis Gisella Anastasia atau Gisel saat tiba di Pengadilan Jakarta Selatan, Selasa (23/3/2021). Gisel dihadirkan sebagai saksi kasus penyebar video syur dirinya dan Michael Yukinobu Defretes dengan terdakwa PP dan MN. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Adapun vonis sembilan bulan penjara yang diberikan kepada kedua terdakwa itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni selama satu tahun penjara.

"Sudah ada tuntutannya, kalau kliennya saya yang PP dituntut satu tahun, terus kemudian yang MN juga sama satu tahun juga," kata Roberto Sihotang, kuasa hukum PP saat dihubungi, Selasa (8/6/2021) lalu.

 

Reporter: Bachtiarudin Alam

Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya