Nadiem: Riset Punya Peran Penting dalam Penyusunan Kebijakan Publik

Oleh Muhammad Ali pada 13 Jul 2021, 18:55 WIB
Diperbarui 13 Jul 2021, 18:55 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim.
Perbesar
Mendikbud Nadiem Makarim.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mendorong agar hasil riset digunakan sebagai landasan kebijakan pendidikan di Tanah Air.

Riset memiliki peran yang penting dalam menentukan penyusunan kebijakan publik yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat saat ini dan membantu mempersiapkan diri pada tantangan masa depan,” ujar Nadiem dalam pemaparan riset program RISE yang dilakukan The SMERU Research Institute di Jakarta, Selasa (13/7/2021).

Sejumlah hasil riset yang dipaparkan yakni “Dampak Kebijakan PPDB Zonasi di Kota Yogyakarta”, “Pengembangan instrumen penilaian guru sekolah dasar untuk memprediksi kemampuan guru dalam mengajar di Kota Bukittinggi” , “Faktor pendorong dan penghambat dalam munculnya inovasi kebijakan di daerah”, dan “COVID-19 dan Penurunan Kemampuan Siswa: Temuan Awal”.

Nadiem meyakini pemaparan hasil riset tersebut dapat membantu kementerian dinas pendidikan dalam mengevaluasi kebijakan pendidikan. Hasil evaluasi itu akan membantu penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.

“Riset di tingkat daerah juga sesuai dengan desentralisasi dan otonomi pendidikan yang juga esensi Merdeka Belajar. Kami memberikan kebebasan pada para pendidik dan institusi pendidikan untuk menggunakan metode yang sesuai dengan konteks dan budaya daerah masing-masing,” tambah dia.

Nadiem berharap hasil riset dari program RISE tersebut dapat dilanjutkan dan diaplikasikan lebih lanjut untuk mendukung kebijakan Merdeka Belajar sebagai kebijakan solutif di dunia pendidikan.

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gunakan Hasil Riset

Nadiem menambahkan pihaknya selalu menggunakan hasil riset dalam menentukan kebijakan yang ada. Dari hasil riset pada 2020, bahwa angka partisipasi pendidikan anak Indonesia mengalami penurunan seiring semakin tingginya jenjang pendidikan.

Angka partisipasi kasar (APK) untuk jenjang SD yakni 99,26 persen, jenjang SMP yakni 95,74 persen, jenjang SMA yakni 72,72 persen, dan jenjang pendidikan tinggi yakni 26,5 persen.

Begitu juga capaian skor PISA Indonesia yang rendah dibandingkan negara lain. Capaian tersebut menunjukkan masih kurangnya kemampuan literasi dan numerasi serta metode belajar yang kurang melatih anak untuk berpikir kritis.

“Hasil penelitian pula, yang menentukan tiga prioritas utama dalam kebijakan Merdeka Belajar,” imbuh dia yang dikutip dari Antara.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya