Prabowo Sebut Indonesia Selalu Diganggu Pihak Luar dan Kekayaannya Berusaha Dikuasai

Oleh Liputan6.com pada 10 Jul 2021, 07:02 WIB
Diperbarui 10 Jul 2021, 07:02 WIB
Prabowo Subianto
Perbesar
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berjalan memasuki kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Prabowo Subianto tiba di Istana di tengah suasana pengumuman calon menteri kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebut Indonesia sering mendapatkan gangguan dari pihak yang ingin selalu menguasai kekayaan Tanah Air.

"Kita untuk membangun kesejahteraan selalu mengalami gangguan karena memang bangsa Indonesia ini memang penuh dengan kekayaan karena itu selama ratusan tahun sejarah peradaban manusia. Wilayah kita nusantara kita ini meski belum jadi satu negara, selalu didatangi selalu diganggu selalu berusaha kekayaan kita dikuasai," kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam diskusi Optimalisasi Industri Pertahanan Dalam Konteks Kepentingan Nasional RI di Abad 21, Jumat (9/7/2021).

Dia mengatakan, bukan orang Indonesia yang ke Eropa, tetapi sebaliknya. Indonesia selalu didatangi oleh orang-orang asing sebelum dan setelah merdeka.

"Juga gangguan-gangguan setelah kita merdeka, sebelum merdeka pun jangan lupa Portugis, Inggris, jadi kalau kita lihat lingkungan strategis kita, kita selalu akan diganggu dan lingkungan strategis kita menempatkan diri kita harus siap selalu diganggu," ungkapnya.

Sebab pada kehidupan peradaban dunia, kata Prabowo, didasarkan atas penguasaan sumber daya ekonomi. Setiap negara dan bangsa negara perlu lahan, pangan hingga air. Karena itu adalah sumber kehidupan dan energi.

"Peradaban manusia didasarkan oleh itu, bumi air dan resources energi sumber kekayaan," jelasnya.

Sebab itu, jika Indonesia tidak mengetahui hal tersebut maka tidak akan paham soal masalah pertahanan dan perang. Menurutnya, bangsa-bangsa selalu melihat sumber kekayaan sehingga bisa menguasai lahan tersebut.

"Ini yang harus kita mengerti dulu dan kenapa saya mau atas pemberitahuan yang sangat singkat undangan ini, ada juga yang sarankan bapak bisa diwakilkan, karena saya lihat unpad salah satu lembaga pendidikan terkemuka saya libat rektor hadir, banyak guru besar hadir mahasiswa hadir, saya anggap ini penting perlu saya bicara," tutup Prabowo.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perang Ilmu Pengetahuan

Prabowo mengatakan, Indonesia miliki potensi kekayaan sangat besar. Ancaman pun bukan dari perang fisik, namun perang ilmu pengetahuan, perang cyber dan juga perang sensor.

"Ternyata perang sekarang adalah perang IPTEK, perang teknologi. Sebelum peluru meletus sudah terjadi perang. Perang apa? Perang cyber, perang intelijen, perang sensor, sudah terjadi," katanya.

Ancaman tersebut pun terlihat dari kasus para nelayan yang menemukan drone-drone laut. Dia menduga drone tersebut sudah mengintai kekayaan Tanah Air.

"Kita pernah baca, nelayan-nelayan kita ketemu drone-drone laut, bukan satu dua, jadi sudah drone-drone sudah masuk ke negara kita. Di mana? Di laut kita, laut kita sangat kaya, hutan kita sangat kaya, kayu langka di dunia," ungkapnya.

Sebab itu, Prabowo menegaskan, saat ini teknologi nomor satu. Dia pun mengakui saat ini pertahanan dibutuhkan ilmuwan untuk bisa menghadapi gangguan dari luar.

"Kita butuh ilmuwan yang bisa memberikan kita teknologi untuk kita bisa siap menghadapi gangguan invasi dari luar, itu intinya. Teknologi elektronika, radar, membutuhkan teknologika, peluru kendali demikian, cyber," tutupnya. 

Reporter : Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya