Tren Korban Covid-19 Naik, Mulyadi Demokrat Minta Faskes Covid-19 Segera Dipenuhi

Oleh Liputan6.com pada 07 Jul 2021, 10:17 WIB
Diperbarui 07 Jul 2021, 12:25 WIB
Imbas kasus COVID-19 Melonjak, Permintaan Pengisian Tabung Oksigen Meningkat
Perbesar
Sebuah tabung terlihat di tempat pengisian Oxygen Medical di kawasan Jalan Minang Kabau, Jakarta, Senin (28/6/2021). Permintaan pengisian oksigen di agen tabung oksigen di Jakarta alami peningkatan seiring lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi dalam satu pekan terakhir. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Jumlah pasien covid-19 yang melonjak membuat rumah sakit di sejumlah daerah terancam kolaps. Hal ini berakibat banyaknya pasien yang tak dapat ditangani maksimal oleh rumah sakit, sehingga banyak daari mereka yang tdiak dapat tertolong.

Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Barat, Mulyadi menyampaikan rasa prihatinnya terhadap kondisi saat ini. Untuk itu, Ia mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi

"Pemerintah sebagai representasi dari negara tidak boleh membiarkan satu pun warga negara yang tidak terlayani oleh rumah sakit, karena itu adalah kewajiban negara dan tugas negara," kata Mulyadi, Rabu (7/7/2021).

"Negara bisa melakukan apa saja, mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, baik itu SDM, baik itu anggaran, peralatan, bantuan dan lain sebagainya," lanjutnya.

Mantan Wakil Ketua Komisi V dan Komisi VII DPR-RI ini menilai, pemerintah harus menerapkan pola koordinasi, pengawasan, dan monitoring yang akurat. Ini dilakukan untuk menekan angka kematian yang terus meningkat, apalagi munculnya varian baru yang sangat menular dan berbahaya.

"Inilah saatnya menunjukkan keperkasaan pemerintah dengan mengeluarkan seluruh kemampuannya. Memastikan tidak ada satu pun masyarakat yang positif tidak terlayani semestinya," ujar Mulyadi.

Dia menuturkan, jika perlu kerahkan BUMN karya untuk membangun rumah sakit darurat, seperti yang pernah dilakukan negara lain.

"Kalau tidak ada ruangan lagi, kerahkan seluruh kontraktor BUMN, jika perlu stop dulu kerjaan infrastruktur tertentu, bangun rumah sakit darurat," tegasnya.

Terakhir, Mulyadi melihat kehadiran negara saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga tidak ada seorang pun yang meninggal karena tidak mendapat pelayanan kesehatan yang memadai.

"Artinya, fungsi dan kehadiran negara itu pada situasi inilah sangat didambakan oleh rakyatnya," tuturnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Data Kasus Covid-19 Selasa

Dilaporkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, terdapat penambahan 31.189 orang pada Selasa 6 Juli 2021 dinyatakan positif Corona.

Sehingga, total akumulatifnya ada 2.345.018 orang sampai kini di Indonesia terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Sedangkan penambahan kasus sembuh bertambah 15.863 orang. Jadi, total akumulatif hingga saat ini ada 1.958.553 pasien sudah berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 di Indonesia.

Sementara itu, angka kasus meninggal dunia bertambah 728 orang. Total akumulatifnya menjadi 61.868 orang di Indonesia meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19 sampai saat ini.

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Senin 5 Juli 2021, pukul 14.00 WIB hingga Selasa 6 Juli 2021 pada jam yang sama.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya