Pasokan Gas Oksigen di Kota Bogor Langka Imbas Lonjakan Covid-19

Oleh Nafiysul Qodar pada 05 Jul 2021, 05:46 WIB
Diperbarui 05 Jul 2021, 05:51 WIB
Kelangkaan Tabung Oksigen akibat Lonjakan Kasus COVID-19
Perbesar
Pedagang membawa tabung oksigen ukuran 1 kubik yang sudah dipesan pembeli di Pasar Pramuka, Jakarta, Kamis (24/6/2021). Kelangkaan tabung oksigen akibat meningkatnya permintaan seiring lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Bogor - Kota Bogor, Jawa Barat mengalami kelangkaan pasokan gas oksigen. Kondisi ini imbas meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 yang membutuhkan gas oksigen untuk membantu pernapasan.

Dari beberapa depot gas oksigen di Kota Bogor, seperti di Jalan Raya Otista, Jalan Kebon Pedes, Jalan Raya Semplak, dan Jalan Lawanggintung, pasokannya dari agen gas di Jakarta berkurang.

Sebagaimana dilansir Antara, Minggu (4/7/2021), pemilik sebuah depot gas oksigen di Jalan Lawanggintung, Bogor Selatan, Indri mengatakan bahwa kelangkaan pasokan gas oksigen di Kota Bogor sudah terjadi sejak sepekan terakhir.

Menurut dia, biasanya ia bisa menjual gas oksigen rata-rata sekitar 180 m3 per hari, yakni 30 tabung besar dengan kapasitas 6 m3 atau dengan tabung berukuran lebih kecil dengan kapasitas 2 m3.

Namun sejak sepekan terakhir, pasokan gas oksigen dari agennya di Manggarai, Jakarta Selatan berkurang, sehingga volume penjualannya pun turun.

"Biasanya kami dipasok gas oksigen sekitar 25-30 tabung gas besar berukuran 6 m3, tapi sejak sepekan terakhir pasokan berkurang menjadi sekitar 10 tabung gas besar berukuran 6 m3," katanya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pasokan Oksigen untuk Kebutuhan Non-Medis Dihentikan

Imbas kasus COVID-19 Melonjak, Permintaan Pengisian Tabung Oksigen Meningkat
Perbesar
Pekerja mengisi tabung oksigen di tempat pengisian Oxygen Medical di Jalan Minang Kabau, Jakarta, Senin (28/6/2021). Permintaan pengisian oksigen di agen tabung oksigen di Jakarta alami peningkatan seiring lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi dalam satu pekan terakhir. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menurut Indri, pasokan gas yang terbatas itu diutamakan untuk kebutuhan perorangan dan rumah sakit. Sedangkan untuk kebutuhan bengkel las dan pekerjaan proyek dihentikan sementara.

"Kebutuhan perorangan biasanya dimanfaatkan untuk membantu pernafasan pasien Covid-19," katanya.

Dia menjelaskan, dari sekitar 10 tabung gas besar berukuran 6 m3 atau 60 m3, dibagi-bagi ke tabung berukuran kecil untuk melayani masyarakat yang mengisi ulang gas oksigen pada tabung kecil yakni berukuran, 2 m3, 1,5 m3, dan 1 m3, untuk kebutuhan per orangan.

Isi ulang gas oksigen untuk tabung berukuran 2 m3 Rp 55.000, tabung 1,5 m3 Rp 45.000, dan tabung 1 m3 Rp 35.000.

"Pembelinya ramai sekali tapi karena stoknya terbatas sehingga kami melayani siapa yang duluan membeli. Hanya sebentar saja, penjualannya sudah habis," katanya.

Indri menceritakan, bahkan ada pegawai dari rumah sakit juga mencari gas oksigen ke depotnya, karena kebutuhan di rumah sakit tersebut berkurang.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya