Pesan Megawati ke Milenial: Jangan Lupakan Jati Diri

Oleh Delvira Hutabarat pada 29 Jun 2021, 19:23 WIB
Diperbarui 29 Jun 2021, 19:23 WIB
Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi ilmiah di hadapan mahasiswa-mahasiswi Universitas Soka, Tokyo, Jepang, Rabu (8/1/2020).
Perbesar
Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi ilmiah di hadapan mahasiswa-mahasiswi Universitas Soka, Tokyo, Jepang, Rabu (8/1/2020). (foto: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri berpesan kepada anak muda untuk memiliki jiwa petarung yang kuat. Bila tidak memiliki jiwa petarung yang besar, Indonesia akan sulit menjadi bangsa yang kuat.

Megawati sampai bercerita, pernah berpesan kelompok milenial jangan terlalu dimanja kepada Presiden Jokowi. Namun, pernyataan itu sampai viral kemana-mana.

"Sekarang pak Jokowi bilang kalian masuk generasi milenial, saya pernah mengatakan kan di sebuah webinar, Pak Jokowi anak-anak milenial jangan terlalu dimanja, wah viralnya langsung," ujar Megawati dalam acara Indonesia Muda Membaca Soekarno yang digelar Megawati Institute secara daring, Selasa (29/6/2021).

"Saya lahir tahun 1947, nah bayangkan saya mengalami sedikit-sedikit perjuangan menuju kemerdekaan. Jadi saya dapat merasakan. Satu, tolong diingat yang anak muda, siapapun dia, harus punya fighting spirit, tanpa itu kita tidak bisa jadi bangsa yang besar," Megawati berpesan.

Ketua Umum PDIP ini juga mengisahkan bahwa Bung Karno pada masa Orde Baru karena persoalan politik, pernah sampai ingin ditiadakan dari sejarah bangsa. Namun, Bung Karno melalui ide dan pemikirannya, terus hidup di berbagai zaman. Belajar dari fenomena itu, Megawati menilai sudah pantas anak muda untuk mempelajari pikiran Bung Karno. 

"Tentu saja bu Mega anaknya Bung Karno, lalu saya pernah dibilang begitu, masa saya mesti ngaku anaknya si Polan? saya memang putrinya Bung Karno, tetapi saya juga pengikut pemikiran beliau, atau yang disebut ajaran-ajaran Bung Karno yang menurut saya sangat logic, realistis dan melewati zamannya. Jadi untuk tahu jati diri kalian, sebetulnya gampang, jangan lupa sejarah bangsa," ujarnya.

Untuk itu, Megawati berpesan kepada anak muda supaya tidak melupakan jati dirinya. "Coba pikir, makannya saya mengatakan, salah satu yang paling penting buat anak muda, jangan melupakan jati diri kalian," imbuh Megawati.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bandingkan Indonesia dengan Palestina

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menuturkan, Bung Karno didampingi Bung Hatta terus berjuang agar Indonesia lepas dari penjajahan. Kedua tokoh itu pun akhirnya berhasil memproklamasikan kemerdekaan RI. 

Megawati tidak bisa membayangkan Indonesia seperti Palestina yang hingga saat ini belum merdeka. 

"Coba kalian pikirkan sebuah negara, Palestina, hari ini belum menikmati kemerdekaannya. Nah, bisa dibayangkan tidak kalau kalian tinggal di Indonesia, ini adalah negeri kita, lalu tidak bisa merasakan rasa kemerdekaan itu. Makanya saya selalu kalau mau pidato, saya bilang merdeka, dan itu spontan," kata dia. 

Dengan semangat juang, lanjut Megawati, anak muda bisa membantu rakyat-rakyat kecil di pelosok daerah yang kurang mendapat akses ke pasar global. Dia juga mengajak milenial untuk menggandeng rakyat-rakyat kecil agar bisa mandiri. 

"Yang diutamakan dari anak negeri ini adalah fighting spirit. Supaya apa? Supaya kita dapat menolong rakyat Indonesia. Itu grassroot kita," pungkasnya Megawati.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya