PT KAI Kembali Ingatkan Larangan Naik KRL untuk Balita

Oleh Liputan6.com pada 25 Jun 2021, 13:57 WIB
Diperbarui 25 Jun 2021, 13:57 WIB
FOTO: Cegah Antrean Penumpang, Aparat Keamanan Diterjunkan di Stasiun Bogor
Perbesar
Petugas stasiun memandu penumpang KRL Commuterline di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/6/2020) pagi. Puluhan polisi, TNI, Satpol PP, dan petugas stasiun diterjunkan untuk memandu penumpang mengantisipasi antrean panjang seperti kemarin. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta PT KAI Commuter kembali mengingatkan warga terkait larangan menggunakan KRL bagi penumpang anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Melalui akun twitter resmi PT KAI Commuter @CommuterLine, disebutkan larangan ini masih berlaku sejak Juni 2020.

"Balita tidak diperbolehkan naik KRL," demikian cuitan akun resmi PT KAI Commuter, Jumat (25/6/2021).

Jika ada kondisi mendesak anak-anak menggunakan layanan KRL seperti perawatan medis, pihak orangtua atau wali diharuskan membawa surat keterangan atau rujukan dari dokter atau rumah sakit kepada petugas di stasiun.

Larangan anak-anak menjadi penumpang KRL ditengarai terkait dengan risiko tinggi tertular Covid-19. Terlebih lagi, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat terjadi kenaikan cukup signifikan terhadap penularan Covid-19 pada anak di bawah usia 18 tahun. Dari penambahan 7.504 kasus baru Kamis (24/6/2021) sebanyak 1.112 atau 15 persen merupakan pasien kategori anak.

"Sebanyak 15 persen dari 7.505 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun," ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Dwi Oktavia.

Dwi merinci kasus positif Covid-19 terhadap anak di bawah 18 tahun yakni 830 kasus adalah anak usia 6-18 tahun dan 282 kasus adalah anak usia 0-5 tahun. Sedangkan, 5.775 kasus adalah usia 19-59 tahun dan 618 kasus adalah usia 60 tahun ke atas.

"Untuk itu, penting sekali bagi para orangtua agar menjaga anak-anaknya lebih ketat dan menghindari keluar rumah membawa anak-anak. Sebisa mungkin lakukan aktivitas di rumah saja bersama anak, karena kasus positif pada anak saat ini masih tinggi," imbaunya.

Diketahui Jakarta mencatatkan rekor tertinggi dengan 7.505 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada Kamis (24/6/2021).

"Kasus positif justru melonjak drastis, mencapai 7.505 kasus dalam sehari," ucap Dwi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Waspada dan Taat Prokes

Berdasarkan data terkini di Dinas Kesehatan, jumlah kasus baru didapat dari tes PCR sebanyak 25.575 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.460 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru. Selain itu, dilakukan pula tes antigen terhadap 5.053 orang dengan hasil 776 positif dan 4.277 negatif.

"Kami di Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh warga meningkatkan kewaspadaan dan semakin taat protokol kesehatan," ucapnya.

 

Reporter: Yunita Amalia/Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya