154 Penghuni Gedung DPR Terpapar Covid-19, 19 Orang di Antaranya Anggota Dewan

Oleh Liputan6.com pada 25 Jun 2021, 12:16 WIB
Diperbarui 25 Jun 2021, 12:16 WIB
Sterilisasi COVID-19, Gedung DPR Ditutup Dua Hari
Perbesar
Petugas melakukan Penyemprotan Disinfektan di Masjid Baiturrahman Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/10/2020). Mulai hari ini Gedung DPR RI akan ditutup selama dua hari ke depan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menyatakan total 154 orang penghuni gedung DPR terpapar Covid-19. 19 Orang di antaranya merupakan anggota dewan.

Jumlah ini bertambah dari total 105 orang. Sementara, anggota DPR yang positif Covid-19 bertambah dua orang.

"Saya sampaikan kepada teman-teman media semua, secara keseluruhan sampai pagi ini, itu 154 orang," ujar Indra saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Dia menjelaskan, mayoritas anggota DPR yang terpapar Covid-19 itu sedang dalam proses penyembuhan. Dia tak menjelaskan siapa dan dari fraksi mana saja anggota DPR tersebut.

Menurut dia, jumlah ini belum termasuk anggota DPR lain yang menggunakan laboratorium di luar fasilitasi DPR.

"Saya perlu jelaskan ya, misalnya dari 19 anggota DPR itu 10 sudah dalam proses penyembuhan. Bahkan tadi pagi saya sudah ketemu beberapa anggota sudah sangat baik," ujar Indra.

Dia menjelaskan, jumlah PNS DPR RI yang terpapar Covid-19 sebanyak 36 orang, dua sembuh. Pegawai non-PNS, dari 44 orang yang terpapar, delapan sudah sembuh.

Kemudian, tenaga ahli DPR RI yang terpapar sebanyak 23 orang. Serta 32 orang petugas kebersihan positif Covid-19.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bukan Klaster Senayan

Indra menjelaskan, sebagian besar warga parlemen yang terpapar Covid-19 itu tengah bekerja berada di luar gedung Senayan. Baik bekerja dari rumah atau di daerah pemilihan.

"Jadi saya hanya memastikan bahwa klaster atau episentrum bukan di lingkungan Senayan. Pada umumnya ini di luar semua dalam monitoring kami," jelas dia.

Indra menegaskan, tidak terjadi klaster Covid-19 di DPR. Sebab, yang terpapar sebagian besar bukan di DPR.

"Saya mencontohkan, 36 petugas kebersihan itu semua bukan bertugas di lingkungan Senayan. Tapi di rumah jabatan. Itu untuk mengklarifikasi kepada semua pihak bukan di DPR klasternya. Jadi enggak usah takut walaupun saat ini rapat-rapat sudah diperketat yang sangat baik kami tetap lakukan sterilisasi ruangan setiap setelah digunakan," jelas Indra.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓