Ruang Rawat Pasien Covid-19 di RSUD Penuh, Wali Kota Bekasi: 40 Persen Warga Luar Kota

Oleh Bam Sinulingga pada 23 Jun 2021, 20:41 WIB
Diperbarui 23 Jun 2021, 20:41 WIB
RSUD BEKASI MENDIRIKAN TENDA
Perbesar
Petugas medis membawa pasien COVID-19 menuju tenda darurat di RSUD Bekasi, Rabu (23/6/2021). Tenda darurat didirikan sebagai upaya menambah ruang IGD yang dapat menampung 30 pasien menyusul ruangan di rumah sakit sudah penuh akibat lonjakan kasus Covid-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, dari total keseluruhan pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid, hampir setengahnya berasal dari luar Kota Bekasi. Persentasenya disebut mencapai 40 persen.

Hal ini menurut Rahmat menjadi salah satu faktor penuhnya keterisian ruang perawatan di rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. 

Bahkan, sejak kemarin pihak RSUD mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien Covid-19 yang masih terus berdatangan.

"Sekarang 60 persen (pasien Covid-19) yang ada di rumah sakit umum kita itu adalah warga kota, sisanya 40 persen warga sekitar di luar kota," kata Rahmat, Rabu (23/6/2021).

Untuk mengatasi masalah ini, kata dia, Pemkot Bekasi telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Pemkot meminta agar pasien Covid-19 dari luar wilayah bisa ditangani oleh pemerintah daerah yang bersangkutan.

"Saya sudah berdiskusi dengan Danrem. Saya menyampaikan, kalau bisa yang warga kabupaten kita serahkan ke kabupaten, biar mengurangi kapasitas RSUD kita," ujar Rahmat.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Minta Kapolres Metro Bekasi Bantu Koordinasi

Pihaknya juga meminta Kapolres Metro Bekasi Kota serta Dandim 0507/Bekasi untuk membantu koordinasi dengan wilayah bersangkutan, guna mempercepat penanganan.

"Jangan sampai nanti kalau 60 berbanding 40 persen, kan mengganggu tempat tidur kita, walaupun kita ini adalah bertetangga," tandas Rahmat.

Sebelumnya, pihak RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid mendirikan dua tenda darurat untuk menampung pasien Covid-19 yang terus berdatangan. Hal ini disebabkan ruang perawatan di rumah sakit berpelat merah itu sudah dipenuhi pasien Covid-19 sejak beberapa hari lalu.

"Iya terjadi penumpukan lonjakan pengunjung pasien karena Covid-19. Supaya pelayanan tetap berjalan dan bisa menampung lebih banyak, kita buat tenda triase di depan IGD," kata Direktur Utama RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid, Kusnanto.

Menurutnya, pemasangan tenda untuk memberikan kenyamanan pada pasien yang sebelumnya memenuhi ruang IGD. Mereka dialihkan ke tenda agar tidak terjadi penumpukan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓