Wagub DKI: Kita Tidak Ingin Menyiapkan Pemakaman untuk Diisi, tapi Antisipasi

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 23 Jun 2021, 18:28 WIB
Diperbarui 23 Jun 2021, 18:39 WIB
Kesunyian Pemakaman Pasien Covid-19
Perbesar
Salah satu kerabat mengazankan pasien Covid-19 usai pemakaman di TPU Tegal Alur, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pemprov DKI Jakarta menyediakan dua TPU yang dijadikan lokasi pemakaman pasien meninggal akibat Covid-19, yakni TPU Pondok Ranggon dan Tegal Alur. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengatakan sejauh ini tidak ada kendala terhadap kapasitas makam di Jakarta, khususnya untuk jenazah akibat kasus Covid-19.

Menurut dia, Dinas Pemakaman DKI masih memiliki jumlah petak yang cukup untuk menampung jenazah akibat lonjakan kasus Covid-19.

"Sejauh ini lahan pemakaman tidak ada masalah. Semuanya siap dari dinas pemakaman telah menyiapkan lahan," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Riza merinci, dengan kapasitas daya tampung 11.643 petak di DKI, masih tersisa 7.778 petak lagi. Menurut Riza, jumlah tersebut masih akan terus ditambah dan disiapkan.

"Kita tambah dan siapkan. Namun, kita tidak ingin menyiapkan pemakaman utuk diisi, tapi kami menyiapkan untk antisipasi. Mudah-mudahan tempat pemakaman tidak digunakan. Begitu ruang ICU dan tempat tidur kita siapkan, penyebaran covid bisa menurun," jelas Riza. 

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

BOR di RS Rujukan

Sementara, sampai dengan hari ini pukul 07.00 WIB, bed occupancy rate di rumah-rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta masih mencapai angka 90%. Riza menambahkan, hal itu diperparah dengan ketersediaan ruang ICU yang juga mencapai 80%.

"Dengan data tersebut, Pemprov DKI dengan pemerintah pusat kami rapat dengan Pak Menkes. Kita ingin meningkatkan jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 yang sebelumnya 106 menjadi 140 unit," kata Riza.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya