Ruang IGD Penuh, RSUD Cibinong Bogor Dirikan Tenda Darurat Pasien Covid-19

Oleh Achmad Sudarno pada 23 Jun 2021, 11:44 WIB
Diperbarui 23 Jun 2021, 11:44 WIB
FOTO: Kesibukan RSUD Cengkareng di Tengah Peningkatan Kasus COVID-19
Perbesar
Petugas medis (kanan) memeriksa kondisi pasien di IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/6/2021). Meningkatnya kasus COVID-19 di Ibu Kota Jakarta dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan rumah sakit kewalahan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor, terpaksa mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien suspek Covid-19.

Tenda darurat didirikan mengingat tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit milik pemerintah itu terisi penuh akibat lonjakan pasien Covid-19.

"IGD penuh karena terjadi lonjakan. Agar pelayanan tetap berjalan, jadi kita dirikan tenda," kata Direktur Utama (Dirut) RSUD Cibinong, Wahyu Eko Widiharso, Rabu (23/6/2021).

Terdapat dua tenda yang didirikan di depan IGD RSUD Cibinong. Satu tenda dapat menampung 12 pasien, dan satu tenda lainnya hanya menampung tiga sampai empat pasien.

Ia menambahkan, tenda darurat yang dipinjam dari kepolisian dan dilengkapi tempat tidur untuk melakukan pemeriksaan awal saat pasien baru masuk ke rumah sakit.

"Di tenda ini tempat untuk menskrining pasien suspek sambil menunggu ruangan IGD kosong," ujarnya.

Wahyu mengatakan membludaknya pasien suspek di RSUD Cibinong mulai terjadi sejak tiga hari lalu. Melonjaknya kasus tersebut membuat ruangan IGD terus terisi penuh oleh pasien. Bahkan, stok alat penunjang medis seperti tabung oksigen juga sudah mulai menipis.

Tak hanya IGD, sebanyak 220 tempat tidur di ruang perawatan maupun ICU RSUD Cibinong saat ini terisi penuh oleh pasien positif Covid-19.

"220 tempat tidur perawatan pasien Covid-19 sudah terpakai semua karena kasus nambah terus," kata dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Nakes Mulai Kewalahan

Kondisi ini membuat tenaga kesehatan mulai kewalahan menangani lonjakan pasien. Situasi ini juga menimbulkan ketidaknyamanan dan ketidakpastian, karena tak jarang pasien harus menunggu berjam-jam dan istirahat di tenda tersebut.

"Pasien umum dengan suspek atau yang sudah dinyatakan positif (Covid-19) kita pisahkan. Tenaga baru (nakes) juga akan ditambah jumlahnya supaya pasien terlayani dengan baik," ujarnya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kaltarina mengatakan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kabupaten Bogor telah mencapai 88,24 persen.

"Hari Selasa kemarin keterisiannya sudah mencapai 88,24 persen, artinya melewati batas aman WHO yakni 60 persen," kata Mike.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya