Lonjakan Covid-19 dan Varian Baru, DKI Prediksi Kasus Aktif Capai 218.000 di Agustus 2021

Oleh Ika Defianti pada 21 Jun 2021, 19:15 WIB
Diperbarui 21 Jun 2021, 19:15 WIB
Melihat Posko COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta
Perbesar
Petugas melewati layar pemantau yang menunjukan penyebaran virus corona (COVID-19) di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (9/3/2020). Dari 3.580 orang yang menghubungi Posko COVID-19 DKI Jakarta, ada 64 kasus kategori Orang Dalam Pantauan dan 56 Pasien Dalam Pengawasan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprediksi kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota dapat mencapai 218 ribu pada Agustus 2021. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti dalam video YouTube BNPB pada Minggu 20 Juni 2021.

"Kalau kita lakukan prediksi itu bisa sampai tembus kasus aktif harian mencapai lebih dari 70.000, bahkan kalau sampai dengan Agustus bisa sampai 218.000," kata Widyastuti soal kasus aktif Covid-19.

Dia menyatakan angka prediksi tersebut sebagai langkah intervensi yang lebih masif terkait lonjakan kasus Covid-19. Lonjakan kasus kali ini, kata Widyastuti, berbeda dengan yang terjadi pada 2020.

"Tentu yang berbeda adalah kalau tahun lalu sekupnya hanya di Jakarta dan sekitarnya. Tetapi tentu dengan tahun ini karena maraknya di provinsi lain bisa diharapkan pembatasan yang lebih luas," ucapnya.

Selain itu, dia menyebut angka prediksi tersebut juga terkait adanya varian baru Covid-19. Kasus aktif pada 2020 mencapai 26 ribu, sedangkan pada Minggu (20/6/2021) kasus harian sudah mencapai 30 ribu.

"Jadi kami menghitung kasus aktif harian di DKI Jakarta itu sangat luar biasa," jelas dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Keterisian Tempat Tidur Isolasi dan ICU

Sementara itu, keterisian tempat tidur isolasi dan ICU di RS rujukan Covid-19 terus meningkat. Hal tersebut diakibatkan adanya lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota.

"Saat ini ada 90 persen keterpakaian tempat tidur isolasi di Jakarta, sedangkan ICU 81 persen," kata Widyastuti di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (21/6/2021).

Dia menjelaskan pihaknya terus melakukan penambahan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19. Awal bulan Juni, terdapat penambahan untuk tempat tidur isolasi dan ICU dari 8 ribu unit ke 10 ribu unit.

"Jadi artinya, mengingat keterpakaian semakin cepat sehingga perlu penambahan yang begitu cepat," jelas dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓